Gadis Polos ARMY

Gadis Polos ARMY

  • WpView
    Leituras 29,612
  • WpVote
    Votos 940
  • WpPart
    Capítulos 28
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 16, 2017
Hari itu ada seorang gadis polos dan lugu, Saat itu dia baru saja lulus dari Sekolah Menengah Pertama. Setelah beberapa hari Ibu dan Ayahnya Berencana Mengirim anaknya untuk bersekolah di Korea Selatan Tepatnya di salah satu asrama. Gadis itu sangat menurut kepada orang tuanya, saat hari pertama gadis itu di asrama Musim gugur pun tiba Gadis itu sangat gembira, hari-hari pun berjalan dengan lancar. Suatu hari kemudian dia heran, mengapa semua teman asrama perempuannya mendiskusikan BTS! gadis itupun bertanya pada temannya! (Apa Itu BTS? Apakah Semacam Band musisi?) Teman"nya menertawakan gadis itu (Memang kamu dari Planet Mana? Masa BTS ajak nggak tau!) ucap salah satu temannya dengan suara kencang. Gadis itupun tersenyum, lalu salah satu temannya bilang (BTS itu grup boyband yang beranggotakan 7 orang, mereka seperti bintang di mata semua org!) gadis itu berkata (oh iya? benarkah?) temannya pun bilang (kalo mau dapet berita lengkap buka aja di Google!) Gadis pun bilang (Terima kasih) dan seketika dia langsung lari terbirit-birit ke kamarnya dan langsung membuka aplikasi google di hpnya. Mulai saat itulah dia sangat mengagumi BTS. Di antara 7 anggota dia Sangat mengagumi Jeon Jungkook, hari-haripun berlalu Saat itu gadis polos itu sedang bosan dan ingin berjalan-jalan di taman dekat asramanya. Tiba-tiba Ada seorang pria menghampirinya dan duduk di dekatnya.. pria itu memakai masker dan mengenakan switer hitam, gadis itu berkata dalam hati (Bukankah pria ini mirip dengan Jungkook Oppa!) tiba" tanpa sengaja masker pria itu lepas dan ternyata pria yang duduk disamping gadis itu adalah idolnya sendiri. Wanita itu kaget dan ingin berteriak tetapi seketika jungkook langsung menutup mulutnya menggunakan tangannya. Mianh kalo part yg ini kurang menarik,! Di part selanjutnya pasti bikin greget,!" Ok kalo gitu baca part selanjutnya,! Please baca,tekan bintang & coment! GOMAWO?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo