NCT Wonderland

NCT Wonderland

  • WpView
    Leituras 42
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, abr 11, 2017
Aku masih terdiam sambil memperhatikannya, ia memiliki rambut berwarna hitam pekat sama seperti bola matanya, ia bertubuh kurus namun tak terlalu tinggi dengan kulitnya yang begitu cerah, bibirnya agak tebal, benar benar seperti seorang manusia, ia mengenakan baju berwarna biru dengan corak berwarna putih di balik jubah hitamnya. "Mmmm... Selamat datang di NCT Wonderland! " Sambutnya, wajah datarnya kini berubah menjadi begitu bahagia seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah, dia benar benar lucu "Ensiti wonderland?" Berbeda dengan wajahnya yang ceria, aku justru memasang wajah bingung dengan apa yang barusan ia katakan...
Todos os Direitos Reservados
#270
nctfanfiction
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Not Me & Not Mine
  • Still With You  [ Revisi Dan Akan Di Bukukan ]
  • It's Always Been You✔️
  • I'm Crazy For You🔞(Markhyuck🔞) -END-
  • UNDERCOVER (Taeyong & Sejeong) ✔✔
  • Take It : Hae/Cal (ON HOLD)
  • Ayah Lee | NCT Dream ft. Taemin
  • -KAKA KELAS- |SungRen
  • My First and Last  [✔]

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo