Evry Moment Matters

Evry Moment Matters

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 3, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Aku berlari sekuat tenaga hingga paru paru ku terasa terbakar dan tenggorokan ku kering. Seorang petugas bank menatap ku kebinggungan, "Ada yang bisa saya bantu mbak?" "Saya ingin menarik uang dalam jumlah besar" Alisnya melengkung meragukan sambil menilai dari atas hingga bawah. "ke arah sini mbak" petugas tersebut membentangkan tangan nya dan membimbingku ke sebuah ruangan dan wanita cantik berambut hitam menyambut ku sambil tersenyum di paksakan. "Saya ingin menarik uang dalam jumlah besar" Ulang ku. Dia menilai ku seperti petugas sebelumnya. "Berapa banyak jumlah yang ingin anda cairkan?". "Dua miliyar"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memorable
  • innocent eyes || Hanbin x Bomi
  • Resya's Journey Of Life?
  • Vistachio
  • Aku Menyerah (COMPLETED)
  • Don't Cry
  • ALTEZZA
  • Kizu
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Kalaya [END]
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido