The Struggle

The Struggle

  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 6, 2017
[SLOW UPDATE] Mungkin aku adalah gadis paling kolot di kota besar ini. Aku tidak memiliki waktu bersenang-senang seperti teman-teman seumuranku, aku juga bukan anak yang lahir di tengaah-tengah keluarga yang bergelimang harta. Saat aku masih duduk di kelas IX, keadaan sudah memaksaku supaya berpikir lebih dewasa di bandingkan teman seumuranku. Aku ingin seperti mereka yang terlahir dari keluarga berada, jika ingin ini-itu tinggal meminta kepada orangtua. Seiring berjalannya waktu, aku mulai mengerti kebahagiaan itu tidak diukur dari harta yang kita miliki. Seperti sahabat ku Marissa. Sahabat? Bukan, dia bukan sahabatku lagi. Dia hanya serigala berbulu domba, dia penghianat. Marissa telah menusukku dengan samurai yang sangat panjang, meninggalkan luka yang amat dalam dan membekas. Hingga tidak seorangpun yang bisa mengobatinya. Sampai pria itu datang, pria yang selalu menolongku. Namun tidak pernah ku dengar suara yang keluar dari bibirnya. Dia selalu ada untukku, bahkan di tempat yang tidak ku duga sekalipun. Satu hal yang aku ingat, aku tidak akan suka lagi kepada siapapun. Cukup sudah aku disakiti, cukup sudah aku di khianati. Inilah cerita hidupku yang membuat ku trauma percaya akan persahabatan maupun laki-laki.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Verronica (COMPLETED)
  • BINA
  • Same But Different (Hiatus)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • RANNA
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • It HURTS

"AKU NGGA SALAH! BUNDA SAMA KAKAK YANG SALAH! " Gadis itu berteriak histeris didepan seluruh anggota keluarganya. Dia merasa hancur sehancur-hancurnya. Hatinya bagai disayat ribuan benda tajam. "Kenapa kalian bertingkah seolah-olah aku yang sepenuhnya salah disini?! " Tak peduli dia telah bersimpuh didepan umum sekarang, yang jelas dirinya merasa dikhianati. "Tapi kamu tetap yang salah besar disini, diwaktu saat itu dengan pakaian seperti itu. " Netra gadis itu memerah padam, dia tidak terima dengan perkataan kakaknya. "Kalau ngga tau apa-apa ngga usah sok ngatain orang ... " Dia tidak salah, tetapi diperlakukan seolah yang paling bersalah. Dia tidak jahat, tapi dibuat terlihat yang paling dusta. Dia tidak kotor ... Tetapi telah dikotori oleh orang terkasihnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines