The Struggle

The Struggle

  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 6, 2017
[SLOW UPDATE] Mungkin aku adalah gadis paling kolot di kota besar ini. Aku tidak memiliki waktu bersenang-senang seperti teman-teman seumuranku, aku juga bukan anak yang lahir di tengaah-tengah keluarga yang bergelimang harta. Saat aku masih duduk di kelas IX, keadaan sudah memaksaku supaya berpikir lebih dewasa di bandingkan teman seumuranku. Aku ingin seperti mereka yang terlahir dari keluarga berada, jika ingin ini-itu tinggal meminta kepada orangtua. Seiring berjalannya waktu, aku mulai mengerti kebahagiaan itu tidak diukur dari harta yang kita miliki. Seperti sahabat ku Marissa. Sahabat? Bukan, dia bukan sahabatku lagi. Dia hanya serigala berbulu domba, dia penghianat. Marissa telah menusukku dengan samurai yang sangat panjang, meninggalkan luka yang amat dalam dan membekas. Hingga tidak seorangpun yang bisa mengobatinya. Sampai pria itu datang, pria yang selalu menolongku. Namun tidak pernah ku dengar suara yang keluar dari bibirnya. Dia selalu ada untukku, bahkan di tempat yang tidak ku duga sekalipun. Satu hal yang aku ingat, aku tidak akan suka lagi kepada siapapun. Cukup sudah aku disakiti, cukup sudah aku di khianati. Inilah cerita hidupku yang membuat ku trauma percaya akan persahabatan maupun laki-laki.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It HURTS
  • As Time Allows
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • Arsyilazka
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Secangkir Teh
  • Same But Different (Hiatus)
  • BINA
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Breathe
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines