Rindu (Rinai Pandu)

Rindu (Rinai Pandu)

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 9, 2019
SALAM RINDU UNTUK DIRIMU. Sangat sulit untuk diterima. Menunggu bukan hal termudah untuk dijalani apalagi disertai dengan rasa rindu yang hadir. Seolah semua terasa baik-baik saja tidak ada masalah, Rinai mencoba tetap bertahan dengan rindu yang hadir. Pandu yang selalu ia tunggu dan nanti-nantikan untuk hadir, namun banyak proses yang membuatnya jarang bertemu kembali. Rinai harus bersabar lagi dan lagi. "Sejauh apapun jarak yang ditempuh, kita akan tetap begini. " -Pandu Senandung Rinai gadis berusia 16 tahun berkulit cokelat manis, rambut sebahu yang selalu terurai, dengan hidung yang simetris, jika tersenyum memunculkan satu bolongan yaitu lesung pipi tampak manis sekali. Perjuangan Cinta dalam diam yang berujung menjadi kenyataan malah membuat Rinai sakit hati. Apakah ada orang ketiga dihubungan ini?
All Rights Reserved
#151
kebersamaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • She's mine (lilynn) END.
  • Hadiah Cinta Sepuluh Hari [TELAH TERBIT]
  • Rinai
  • Silent Scars | Orine
  • Ce&Na
  • Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi]
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • 31 Months for You (Revisi)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines