Rindu (Rinai Pandu)

Rindu (Rinai Pandu)

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
SALAM RINDU UNTUK DIRIMU. Sangat sulit untuk diterima. Menunggu bukan hal termudah untuk dijalani apalagi disertai dengan rasa rindu yang hadir. Seolah semua terasa baik-baik saja tidak ada masalah, Rinai mencoba tetap bertahan dengan rindu yang hadir. Pandu yang selalu ia tunggu dan nanti-nantikan untuk hadir, namun banyak proses yang membuatnya jarang bertemu kembali. Rinai harus bersabar lagi dan lagi. "Sejauh apapun jarak yang ditempuh, kita akan tetap begini. " -Pandu Senandung Rinai gadis berusia 16 tahun berkulit cokelat manis, rambut sebahu yang selalu terurai, dengan hidung yang simetris, jika tersenyum memunculkan satu bolongan yaitu lesung pipi tampak manis sekali. Perjuangan Cinta dalam diam yang berujung menjadi kenyataan malah membuat Rinai sakit hati. Apakah ada orang ketiga dihubungan ini?
All Rights Reserved
#24
kebersamaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi]
  • Rinai
  • Ce&Na
  • You Are Not Alone [ORINE] END
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cool and Care (TERBIT)
  • Aku sayang kamu Aman
  • verlies

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines