Tanpa Suara

Tanpa Suara

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 12, 2017
Dia tak pernah melihatmu, tak pernah sekalipun, tak pernah beranjak dari persinggahannya. Sebatas angin yang berhembus, mungkin sebatas itulah dirimu dianggapnya. Bukankah sebelumnya kau sudah merasakan apa itu tersakiti, mengapa kau masih terus menyakiti dirimu sendiri dengan sikapmu ini? Hidup tak semenyenangkan itu. Bangunlah" - Shilla
All Rights Reserved
#3
suck
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROAD MATE ✔️(DITERBITKAN)
  • THE ROOM
  • TAK BERSAMBUT
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • The Blooming Lady [completed]
  • Kapan Aku Pernah Berhenti [completed]
  • SAJADAH MERAH [TELAH TERBIT DI LOVRINZ]
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • FlashLight [ Sedang Di Revisi ]
  • Salju Pertama di New York

Beberapa part di private, silahkan follow dulu Kau berjanji akan kembali dan aku masih menunggumu di sini. Hingga suatu hari surat yang kukirimkan kau balas dengan sebuah undangan pernikahan membuatku berhenti berharap. - Calandra Rownie - Aku masih mengingat jelas air matamu saat melepasku dan kujanjikan akan kembali, aku menerima semua surat yang kau kirimkan padaku tapi sebuah undangan pernikahanlah yang aku kirimkan sebagai balasan agar kau berhenti berharap dariku. Bukan karena aku tidak mencintaimu tapi sebuah alasan yang tak dapat aku bantahkan. - Damar Hartawan -

More details
WpActionLinkContent Guidelines