Dear Diary

Dear Diary

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 18, 2017
Tau Diary kan? ya pasti taulah! zaman sekarang ga tau diary,ya ga mungkin lah ya tapi sekarang diary udah kayak ga di butuhin lagi sama remaja zaman sekarang karna takut di bilang anak jadul,karna sekarang kan zaman serba canggih,ya ga perlu lagi nulis-nulis di buku,tinggal aja ketik di hp terus update deh di socmed,biar kekinian ya ga? Tapi walaupun zaman udah serba canggih,yang nulis udah ga butuh buku beda hal dengan remaja perempuan yang satu ini,namanya Aurelia Wulandari Dia masih suka nulis pakek diary,ketimbang nulis di socmed Dia bilang "Curhat kok di umbar-umbar,itu mah sama aja nyebar aib diri sendiri" Lucu ya,di zaman sekarang masih ada yang nulis cerita hidup dia di sebuah buku yang dinamakan DIARY Gimana ya,kelanjutan ceritanya? Mendingan langsung baca deh,daripada greget sendiri,hihi 😀
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Good One
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Constellations From The Room
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • You are in my past and my future [END]
  • Darkness [ORINE]
  • TAKDIR ALYA
  • ABOUT ERINE (orine)
  • ~MoonShiny~◇

Dari semua pekerjaan yang gue jalani, menulis buku adalah hal yang paling gue senangi. Ketika mengawali karier menulis buku, gue bisa mengisi waktu gue saat gue ada waktu luang. Terkadang disaat gue bosen di sekolah, gue memilih untuk mempergunakan waktu gue dengan sebaik-baiknya dengan cara gue menulis buku. Tapi karena sekolah gue adalah sekolah SMK AKUNTANSI yang dimana kita harus banyak berlatih soal-soal yang ada di buku cetak. Kadang kalo misalnya kita liat-liat kembali, kadang dari buku pun kurang, jadi kita harus mencarinya dari internet yang dimana orang juga bisa memasuki atau menambah soal-soal yang dia miliki. Terkadang disaat gue bosan dirumah dan berhubung gue juga anak tari, maka dari itulah gue lebih memilih untuk make a choreography as a choreographer or take a choreography. Buku yang gue buat ini bukanlah untuk sekedar memberi tahu, namun di buku inilah gue juga berbagi pengalaman gue kepada kalian sepanjang perjalanan gue semasa remaja. Jadi bagi kalian yang masih usia remaja, bersyukurlah kalian karena di usia remaja kalianlah masih mendapatkan energi untuk menyempatkan waktunya. Dalam arti, energi yang kalian peroleh dari makanan bukan hanya untuk belajar saja, tetapi untuk melayani juga terutama untuk melayani Tuhan. Kadang kalo gue pikir pikir kembali, kita sudah diberi kesehatan, kemampuan, peluang waktu, dan kesempatan yang dari pada Tuhan tapi tidak kita pergunakan dengan sebaik-baiknya, kadang itu yang membuat gue menjadi kembali berpikir, lalu apa gunanya Tuhan berikan kita itu semua? Untuk mengetahui kisah selanjutnya seperti apa? Yuk, mari kita ikuti kisah berikut ini. Selamat membaca! VANIA ISKANDAR

More details
WpActionLinkContent Guidelines