Dibalik Papan Tenis Meja

Dibalik Papan Tenis Meja

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 13, 2017
Dibalik papan tenis meja tersimpan sebuah cerita. Bukan cerita drama atau romansa belaka tetapi ini sebuah cerita sederhana. Awal gue bertemu dengannya. Dia adalah Carel Alvarendra. Sosok laki-laki biasa bahkan bisa dibilang sangat biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Namun entah kenapa ada sesuatu pada dirinya yang dapat membuat gue menyukai tenis meja lagi. Dulu gue sangat menyukai tenis meja bahkan gue pernah menjuarai lomba tenis meja se-kota madya waktu gue berusia 10 tahun. Namun tenis meja juga yang membuat gue patah berkeping-keping bahkan gue pernah menyalahkan Tuhan atas hal tersebut. "Lo ternyata jago juga main tenis meja, jarang cewek bisa main kayak gini. Lo ikut ekstra tenis meja?" Ujar Alva masih fokus dengan betnya. "Enggaklah, lagi pula ogah banget ikut begituan. Kalau gue nggak ditunjuk sama temen-temen gue, gue nggak bakal mau kesini." Pekik gue lalu kupukul pimpong itu dengan keras dan masuk, point buat gue. "Kenapa lo nggak mau ikut ekstra tenis meja? Rugi banget kalau bakat nggak diasah." Ucapnya sambil mengambil pimpong yang jatuh ke bawah. "Gue benci tenis meja" Gue tahu Tuhan mempunyai sebuah rencana mempertemukan gue dengan Alva. Alva telah mengantarkan gue kepada mimpi masa kecil gue yang sepatutnya gue perjuangkan sampai detik ini.Tetapi dia telah mengantarkan gue bertemu lagi dengan cinta pertama gue. Lalu, apakah gue akan berjuang menggapai mimpi gue bersama Alva atau dengan seseorang di masa lalu gue? ♡ Brietta Zeanissa ♡
All Rights Reserved
#4
taeyon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Antara Fajar Dan Senja [TERBIT]
  • DAKSA [END]
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • 2190 Days of Silence
  • Possesive Playboy
  • East sky first love
  • My Destiny (Complete)
  • ANNAYYARA (On going)

Satu hari sebelum mawar putih layu dia pernah berkata, "Jangan takut kehilangan. Karena sejatinya hidup adalah tentang kembalinya ke pelukan Tuhan." Saffiyah adalah gadis yang menduduki peringkat akhir di sekolah hal itu membuat Saffiyah mendapatkan perlakuan kasar dari sang Papa. Disatu sisi dia juga bahagia bisa menjadi pacar dari cowok paling pintar di sekolah. "Boo?" "Ya." "Saat aku udah nggak kuat untuk bertahan. Aku mau kamu tetap jadi Boo yang aku kenal. Jangan pernah berubah dan jangan pernah menyepelekan hal kecil yang membuat kamu kehilangan. Karena kamu nggak tahu kalau hal kecil yang kamu abaikan bisa menjadi penyesalan kamu." "Saf?" "Boo, aku udah nggak kuat. Sakit banget rasanya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines