Under the Mask

Under the Mask

  • WpView
    GELESEN 658
  • WpVote
    Stimmen 35
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Apr. 12, 2017
Harper tak pernah tahu jika ia akan berakhir sebagai pelayan putra pesohor Colden Property ketika tak mampu lagi memenuhi tagihan-tagihan biaya yang terus mengalir dari universitasnya. Ekspektasinya melambung tinggi, tampan dan kaya raya seakan pas dengan cerminan putra tunggal yang tak pernah terekspos itu. Namun bukan itu yang akan ia temukan. Tak mengindahkan dan merenungkan apa yang pengacara kawakan itu ucapkan, Harper langsung membubuhkan tanda tangannya pada surat kontrak ketika mendengar pekerjaannya semudah mengasuh keponakannya. "Tak sulit," gadis itu mendengar, Pengacara keluarga Colden berujar sembari mengetuk-ngetukkan jemarinya dimeja marmer tersebut kemudian melanjutkan, "Kau hanya perlu bermain dengannya." "dengan 'mereka'." Bomer_Xiaa & NonAme
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Run With Me
  • Carnation
  • NO ESCAPE ✓
  • Embrace the Enemy [LENGKAP]
  • Evans life at School
  • Vengeance
  • Drug Hunter

Tidak ada yang benar-benar pulih dari luka lama. Celene tahu itu lebih dari siapa pun. Setahun setelah tragedi yang menghilangkannya dari dunia ini, ia kembali dalam wujud yang hampir sama, namun dengan jiwa yang sudah tak lagi utuh. Di hadapannya, dunia yang ia tinggalkan tak banyak berubah. Orang-orang tersenyum, berbicara, bercanda. Namun di balik itu semua, sesuatu yang tak kasat mata sedang menunggu. Valen, dengan dingin yang membekukan udara di sekitarnya. Severin, dengan keramahan yang terlalu mudah untuk dipercaya. Cyrus, dengan diam yang mengintip ketulusan dan kepalsuan dalam sekali pandang. Kaien, dengan tawa ringan yang menyembunyikan niat yang tak pernah sederhana. Mereka tidak sekadar mengulurkan tangan. Mereka mengatur panggung. Di antara kata-kata manis dan tawa samar, sebuah permainan lahir bukan untuk sekadar memenangkan hati Celene, tapi untuk merobohkannya dari dalam, perlahan, sunyi. Dalam permainan ini, cinta hanyalah umpan. Kepercayaan adalah mata uang yang murah. Dan rasa sakit...adalah bahasa yang paling jujur. Celene melangkah masuk, mungkin tanpa sadar. Atau mungkin hanya mungkin dia membiarkannya, karena bagian dari dirinya ingin tahu seberapa dalam ia bisa jatuh sebelum ia benar-benar hancur.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien