kamvret

kamvret

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 1, 2017
"Ma' tau gak apa makanan yang gak bisa di makan pas pagi hari?" Tanya kak reza membuat mama berhenti mengunyah roti di mulutnya dan bervikir. "Makanan yang berat berat kali ya" kata mama asalan. Dan mendapat gelengan dari reza tanda jawaban itu salah "Gue tau gue tau..... bakso kan" kata stella ikut menjawab dan masih salah menurut reza. "Lah trus apaan dong?" Tanya mama "Gitu aja gak tau huh mama ama stella ma sama aja" kata alif "Emang lo sendiri tau ?" Tanya kak reza. "Makan siang ama makan malam karena kalo makan siang cuman bisa di makan pas siang dan kalo makan malam juga cuman bisa makan pas malam " jelas alif lalu ngambil segelas susu dan meneguknya sampai habis. "Ma' tau gak apa makanan yang gak bisa di makan pas pagi hari?" Tanya kak reza membuat mama berhenti mengunyah roti di mulutnya dan bervikir. "Makanan yang berat berat kali ya" kata mama asalan. Dan mendapat gelengan dari reza tanda jawaban itu salah "Gue tau gue tau..... bakso kan" kata stella ikut menjawab dan masih salah menurut reza. "Lah trus apaan dong?" Tanya mama "Gitu aja gak tau huh mama ama stella ma sama aja" kata alif "Emang lo sendiri tau ?" Tanya kak reza. "Makan siang ama makan malam karena kalo makan siang cuman bisa di makan pas siang dan kalo makan malam juga cuman bisa makan pas malam " jelas alif lalu ngambil segelas susu dan meneguknya sampai habis. Dibaca ya 😅jangan lupa vomment
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Arsyilazka
  • Albel
  • KENAPA HARUS AKU?
  • ALRIN
  • THE CLIMB [Completed]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines