Menunggu Tanpa Batas

Menunggu Tanpa Batas

  • WpView
    Reads 390
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 27, 2017
WpInfo
Poetry
#537 dalam Poetry (20-06-2017) #370 dalam Poetry (27-06-2017) ---------------------------------------------------- Benar kata pepatah. Berjuang sendirian bukanlah sesuatu yang mudah. Dan kini aku merasakannya. Ditambah dengan kamu yang tak pernah menganggap aku ada. Aku senang akhirnya aku menyadari bahwa cinta sepihak bukanlah hal yang wajar. ---------------------------------------------------- Kumpulan puisi dan kata-kata yang ditujukan untuk orang yang menunggu tanpa diberi kepastian. Untuk orang yang diberi harapan namun akhirnya dikecewakan. Untuk orang yang berjuang untuk bertahan sendirian. Untuk orang yang pernah dipermainkan oleh manisnya cinta. Dan buku ini, kutujukan untukmu. Kamu yang tidak pernah menganggap aku ada. Kamu yang tidak pernah menyadari keberadaanku. Dan kamu yang tak bisa menghargai perjuangan dari menunggu. Selamat Membaca! UPDATE TIAP HARI SELASA DAN SABTU
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • MANUSIA BATU (HIATUS)
  • An Angel
  • Selamanya [END]
  • Tertulis Dalam Doa
  • PEKA
  • Petualangan Menggapai Cinta Sejati (SELESAI)
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Menunggu Waktu

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines