Sesak Disini

Sesak Disini

  • WpView
    Reads 201,140
  • WpVote
    Votes 9,751
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 19, 2022
Hanya angin yang bisa mendengar bagaimana aku tergugu disudut ruangan pengap. Memandang punggungmu bak senja yang merangkak naik, tipis, pergi, tak terlihat. Sudahi kesakitan ini, kau bukan seseorang yang bisa kusebut milikku sendiri. Sesak sekali disini... Dada kiriku berdenyut nyeri... Jangan kembali... Aku bukan tempat pulangmu lagi...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Jodoh Kedua (END)
  • SENJA TERAKHIR
  • Maafkan Aku
  • Tetaplah Menjadi Indah
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • benci dan cinta beda tipis
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Senja Merindu
  • 31 Months for You (Revisi)

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines