Natta
  • WpView
    Reads 231
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 14, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita cinta, persahabat, perselisihan di bangku SMA. Aku cinta banget sama kamu, Natta. Selama ini aku selalu mandangin kamu diam-diam. Merhatiin kamu dari jauh. Kamu mau kan jadi pacarku?" Mata tajam Nanda menatap lurus ke mata Natta. Jantung Natta langsung bermambo cha cha cha... Mati akuuuuu... Natta membalas tatapan Nanda dengan memasang wajah seimut mungkin. Siapa juga yang nggak mau jadi pacar Nanda? Pangeran impiannya sepanjang masa. Eh, nggak sepanjang masa sih, maksudnya sejak hampir dua tahun lalu waktu dia masuk SMA 1 Bandung ini. Natta menarik napas panjang. Masa depan cerah sudah di depan mata. Dia akan menjawab, "Aku... aku... aku... ma... ma..." "MATI! Mati! Eh mati!" pekikan Dona membuyarkan lamunan Natta.
All Rights Reserved
#155
friendforever
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • Gula - Gula
  • Arsyilazka
  • How to Burn the Bad Boy (END)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines