Rinduku Berujung Pilu

Rinduku Berujung Pilu

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 17, 2017
Kupikir aku tak begitu bodoh,jadi aku tak pantas memanggil diriku si 'bodoh'. Tetapi mengapa dalam perihal merindukanmu aku selalu tak punya solusi?. Aku tak tau pasti mengapa rindu itu selalu singgah dihati. Hingga bersemayam sampai berhari-hari. Ya.. Aku merindukan pertemuan pertama kita. Setelah bertahun-tahun jarak menjadi penghalang, dan itu yang membuatku sedikit tak tenang. Aku pun merindukan percakapan kita, yang berbicara tanpa mampu menatap mata. Awalnya ku kira kau tak banyak bicara tapi setelah bertemu malah sebaliknya. Mengapa kini kau memilih pergi? setelah berhasil mengisi hariku yang sepi. Kau malah pergi tanpa permisi, bersama janji yang belum sempat kau tepati. Bukankah pertemuan pangkal rindu? Harusnya kau merindukanku juga setelah waktu lama tak bertemu. Kau tau kan merindu bukanlah hal yang menyenangkan. Jadi, kuharap kau akan segera pulang, karena itu akan membuatku senang.
All Rights Reserved
#945
rindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Cerita Tentang Kita
  • Not The Wrong LDR
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • Jarak dan Rindu (END)
  • SalFlo
  • Bertemu Untuk Berpisah (First Love)
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines