Aku tidak tahu apa yang lebih menyakitkan. Mendengar ibuku mengatakannya, atau menyadari bahwa sebagian dari diriku mulai percaya. "Aku salah apa, Ma?" Tidak ada jawaban. Aku menatapnya, menunggu sedikit saja rasa iba dari perempuan yang seharusnya paling mengenalku. "Kenapa Mama benci aku segitunya?" Tatapannya tidak berubah. "Karena kamu hidup." Karena terkadang, hal yang paling menyakitkan bukanlah mengetahui bahwa seseorang membencimu. Melainkan mengetahui alasan di balik kebencian itu. Ada sesuatu yang selama ini tidak pernah diceritakan kepadaku. Sesuatu yang mungkin seharusnya tidak pernah kutanyakan. Sebab tidak semua keluarga menyimpan rahasia untuk saling melindungi. Ada yang menyimpannya karena kebenaran mungkin jauh lebih menyakitkan daripada kebohongan.
Mehr Details