The Most Painful Tears

The Most Painful Tears

  • WpView
    Membaca 1,228
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 14, 2017
Perhatikan baik-baik; -Senja yang sedang kau tunggu-tunggu itu, sebentar lagi datang, dan yaa, sudah terpampang di depan mata! Indah, 'kan? Sayangnya, sudah hilang. -Hujan yang sedang deras diluar sana itu, seolah-olah tidak akan pernah berhenti. Terlalu lebat. Tetapi lihatnya, sekarang sudah cerah kembali. -Pelangi itu..., ia selalu hadir. Setiap kali langit mendung, mungkin ingin menghibur langit, tapi setelah langit berubah cerah, kemana pelangi? Pergi. Lihatlah, semua itu bentuk kecil dari sebuah kehilangan. Dan yang harus diketahui, semuanya, apapun itu, pada akhirnya, akan lenyap. Tidak ada yang benar-benar menetap. Termasuk kamu; -Kamu, yang indah seperti senja, yang selalu memberikanku cinta seolah-olah tak pernah habis, dan selalu ada disaat aku bersedih, berjanji akan membuatku tersenyum kembali. Sayangnya, kamu ikut pergi. Sayang, tidak maukah kembali?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#17
wattysindo
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Semu [Completed]
  • Amor Almira
  • SENJA JINGGA
  • ABIAN HALA
  • Cool Man
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Diary [COMPLETED]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)

"Ck. Kenapa sih setiap ketemu, selalu dalam kondisi memprihatinkan?" Suara itu, cukup membuatku mendongak memperhatikan seorang pemuda yang berdiri tepat dibawah sinar rembulan, jatuh membayanginya. Meski temaram aku masih dibuat takjub melihat senyum tipisnya. Malaikat Izrail.. Takjub atau takut? Ia berjongkok, sejajar dengan wajahku. Pemuda itu tersenyum lembut menatapku dengan mata hitam teduhnya. Tampak tak biasa ketika senyumnya semakin menguras energi di tubuhku seolah menyatakan bahwa nyawaku memang akan habis malam itu juga. Dibawah tatapannya. "Selalu aja cengeng. Pinjem Hp lo bentar, minta sms!" Dia berucap santai sambil menengadahkan tangannya. Aku menatapnya bingung, dia kesini hanya untuk meminta sms? ________ Dia membuatku mengerti apa arti rasa dan apa arti tinggal. kisah yang dia buat untuk ku mengerti, kedua rasa itu bisa dikendali tetapi tidak selalu dimiliki. dunia, kehidupan, binatang, tumbuhan bahkan manusia sifatnya Semu. Apa yang harus kulakukan ketika aku mengetahui segalanya? Menjauh atau tetap merengkuh? walau segalanya berakhir semu, 'Rasa' itu tetap akan membekas bukan? percayalah aku mencintaimu, namun aku tidak pernah mengatakannya. Amazing cover by : @rcover_ed ******* cerita pertama, semoga suka😊*******

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan