The Most Painful Tears

The Most Painful Tears

  • WpView
    Reads 1,229
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 14, 2017
Perhatikan baik-baik; -Senja yang sedang kau tunggu-tunggu itu, sebentar lagi datang, dan yaa, sudah terpampang di depan mata! Indah, 'kan? Sayangnya, sudah hilang. -Hujan yang sedang deras diluar sana itu, seolah-olah tidak akan pernah berhenti. Terlalu lebat. Tetapi lihatnya, sekarang sudah cerah kembali. -Pelangi itu..., ia selalu hadir. Setiap kali langit mendung, mungkin ingin menghibur langit, tapi setelah langit berubah cerah, kemana pelangi? Pergi. Lihatlah, semua itu bentuk kecil dari sebuah kehilangan. Dan yang harus diketahui, semuanya, apapun itu, pada akhirnya, akan lenyap. Tidak ada yang benar-benar menetap. Termasuk kamu; -Kamu, yang indah seperti senja, yang selalu memberikanku cinta seolah-olah tak pernah habis, dan selalu ada disaat aku bersedih, berjanji akan membuatku tersenyum kembali. Sayangnya, kamu ikut pergi. Sayang, tidak maukah kembali?
All Rights Reserved
#395
tears
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cool Man
  • Semu [Completed]
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • SENJA JINGGA
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • [END] Blind Rainbow
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Senja dan Langitnya

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines