Surat Terakhir

Surat Terakhir

  • WpView
    Reads 49,354
  • WpVote
    Votes 1,789
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Sun, May 7, 2017
Ketika kamu membaca surat terakhir ini, mungkin aku udah bersama dengan Tuhan atau aku masih berjuang antara hidup dan mati. Rasanya sulit untuk meninggalkan mu disini. Tapi lebih sulit lagi jika aku terus kamu sakiti. Perjuangan ku selama ini tak akan berarti tanpa mu yang selalu ada bersama ku. Darimu aku belajar banyak hal. Aku mulai mengenal kata cinta. Disaat aku mulai mencintai mu, kamu malah pergi dan mengubah rasa cinta menjadi benci. Aku ga mau kamu menyesal nantinya. Aku menderita kanker otak stadium tiga. Dan aku yakin kamu sudah mengetahui nya. Tapi, kita hidup di dunia nyata. Kita ga bisa ngubah takdir. Aku juga ga bisa menyembuhkan kanker ini dalam sedetik seperti magic. Aku cuma manusia biasa yang tak bisa berbuat apa-apa. -Alexandra Crissy Amanda
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • TRIANGLE
  • SAHABAT RASA PACAR
  • Time For Opportunity
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • Story Between Two "HOME"
  • You are in my past and my future [END]
  • Geraris
  • don't leave daddy CH2 (END)

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines