We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Menuntut Balas

Menuntut Balas

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 15, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Kini, aku hanya bisa mencintai bayanganmu. Merengkuh setiap nafas yang kau tinggalkan. Aku berusaha tegar, aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku baik-baik saja. Ada atau tanpa kamu, aku bisa hidup sampai dua puluh ribu tahun lagi. Setiap malam, aku berdo'a agar kamu merasakan sakit sampai ke titik nadir, hingga kamu merangkak bersujud kepadaku dan memintaku kembali. Aku benci menjadi orang jahat. Tetapi, aku harus jahat agar aku bisa mengarungi kehidupan ini tanpa kamu, dia atau masa lalu kita. Setiap pagi, aku bangun dengan air mata, tidur dengan kepedihan, dan aku menuntut kepada cinta dan kerinduan. Menuntut tawa yang telah aku berikan kepadamu juga kepada semesta. Aku benci menjadi orang jahat, sekali lagi, kawan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ngger adalah vandyku
  • ALISHA (end)
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • • EUTANASIA •
  • Unrequited Feelings
  • Maybe It's You(?)
  • KONSEKUENSI HATI
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • THIS YOU!!?
  • Terjebak Nostalgia

hatiku tersobek. terkoyak! entahlah..aku bingung mendiskripsikannya. aku tak tau harus bagaimana menceritakan sakitnya. hatiku sudah tak utuh! begitu yg ku tau.. . manusia yg kucintai ini jelas penyebab perihnya. aku tak tau apa yg ada diotaknya. lebih frontal jika waktu itu aku tak takut dosa mungkin sudah kubunuh dia. kubuka batok kepalanya agar aku bisa mencuci otaknya! gila! yaa gila mungkin gambaran yang tepat untuk khayalan pembunuhan yang ku bayangkan. lagi-lagi hanya khayalan. aku masih cukup waras untuk mengabiskan sisa usiaku dengan baik,bukan hanya karna emosi ku yang meledak saat orang yang tak kurang dari 4tahun ini menghujam jantungku tanpa ampun dengan mengkhianatiku lantas aku di bui karna membunuhnya. . 'mengapa begitu tega?' jerit batinku berkali-kali yang dengan begitu otakku membenarkan tentang apa yg ku khayalkan. membuka batok kepalannya agar aku bisa mencuci otaknya adalah hal yang mungkin akan membuatku puas sekaligus membuat batinku menjerit lebih keras lagi. kenapa? yaa alasannya sudah sangat jelas. aku sangat mencintainya tidak kurang dari 4th ini. . . . hallo ini pengalaman pertama ku menulis di wattpad. tentu dukungan dan partisipasi juga saran kalian sangat ku butuhkan. cerita ini 70% real, 30% bumbu penyedap. selamat membaca ❤❤❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines