Story cover for DIFFICULT by lina_AG
DIFFICULT
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Apr 15, 2017
irene deasicca sam. gadis dingin yang mencoba melupakan segalanya sendirian. Hingga ia terbiasa Menggunakan topeng dinginnya.

Dalam dirinya hanya ada masa lalu yang selalu menghantuinya, Masa lalu yang orang bicarakan bahwa 'dialah orang satu satunya yang selamat dari pembunuhan berantai'. Kalimat itu selalu ia jadikan sebagai musuh terbesarnya. 

Hingga saat usianya Enam belas tahun ia bertemu kembali dengan twain alken hill. Orang yang dulu Membuatnya lebih hidup, dicintai, dan diakui. Tapu itu dulu, setelah penolakan itu. Irene semakin membenci masa lalunya. 

Banyak hal rumit yang terjadi, Penolakan dan penghinaan. Rasa sakit itu semakin Membengkak tidak hanya didalam lubuk hatinya. Tapi seluruh syarafnya.. Seakan mereka akan Putus sewaktu waktu. Dan itulah yang membuat irene merasa tak utuh..

Hingga tuhan memberi jeda pada hidupnya.

Jeda apakah itu? Akankah semua itu berakhir?

Lina Agustin © 2017.

'DILARANG COPY-PASTE. INI REAL IMAJINASI SAYA'

Jangan lupa tunggu update-annya.
Happy Reading!:)
All Rights Reserved
Sign up to add DIFFICULT to your library and receive updates
or
#30painful
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Hopeless cover
Kisah Cinta Baru cover
WAITING YOU  [ Hiatus ]  cover
ZAYNTASYA cover
ALEYA~~ cover
Love Melodies [END] cover
My Psycopath Man (Sudah Terbit) cover
Possessive vs Bad Girl [COMPLETED] ✔ cover
Maaf, Aku Terlambat END✅ cover
Stop It, Darka! [END] cover

Hopeless

31 parts Complete

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.