Gadis Desa Jadi Milliarder (END)

Gadis Desa Jadi Milliarder (END)

  • WpView
    Reads 1,239,045
  • WpVote
    Votes 59,144
  • WpPart
    Parts 65
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jun 6, 2017
Lahir dan dibesarkan didesa,kadang aku ingin mengeluh dengan keadaanku,tapi aku selalu ingat kata-kata Ayah: jangan perna mengeluh dengan keadaan,karna Allah tak akan membiarkan umatnya terus-terusan menderita. Aku kini hanya hidup sebatang karah.Kedua orang tuaku sudah meninggal sejak usiaku 15 tahun.Ayahku meninggal karna kangker paru-paru,Ibu meninggal karna sakit TBC yang sudah lama ia derita. Aku jadi yatim-piatu sejak usia yang masih terbilang Muda.Hari-hariku ku habisi hanya Belajar atau membantuh para petani disawah.Tapi dengan begitu aku tidak perna mengeluh dengan hidupku.Aku sekarang duduk dibangkuh SMA didesaku,Aku adalah murid terpandai disekolah.Tak perna kulalui tanpa belajar dan belajar biar suatu saat aku menjadi orang yang sukses. Ya..yang aku lakukan sekarang adalah "BERDOA,BERUSAHA DAN BERSERAH KEPADA ALLAH" " ILLYANA GENDIS WIJAYA " © 16.apr.2017✅ - ⚠️Private Story‼️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jemput Aku, Tuhan [OPEN PO]
  • New Possessive Family
  • ALEYA~~
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Cerita Tentang Kita
  • CATUR [END]
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • I Was Born Sick [End]
  • Discarded Miracle~~

[Follow sebelum membaca, biar berkah:) Part lengkap] SEGERA TERBIT! [NO COPASS! GUE NYUSUN IDE SAMPAI TAMAT BUTUH WAKTU LAMA, MASA IYA LU TEGA MAIN JIPLAK AJA] Ini kisahku. Kisah yang mungkin membuat hati siapapun merasa iba, sesak dan ingin menangis karena tak mampu membayangkannya. Tuhan, mengambil Ayah, pahlawanku. Lalu, mengambil Ibu, malaikatku. Dan menjatuhkan rumahku ke tangan orang yang salah. Dan memberiku penyakit hingga aku tak bisa bermimpi indah lagi. Aku membenci kehidupanku yang berbeda. Bagiku, Tuhan tak pernah memberi sedikit keadilan padaku. Hingga aku, jatuh dan terpuruk. Membenci segalanya, menjadi egois dan pemarah. Bahkan, membenci Tuhanku sendiri. Hingga pada saat itu, aku rapuh. Dia mendatangkan satu orang sahabat. Dia merubah keegoisanku, kemarahanku. Bahkan merubah hidupku menjadi lebih terang. [Start : 16 November 2020] [Finish : 14 Januari 2020]

More details
WpActionLinkContent Guidelines