My Selfish Boyfriend

My Selfish Boyfriend

  • WpView
    LECTURAS 441
  • WpVote
    Votos 132
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 21, 2018
Aku pernah menyanyikanmu sebuah lagu pengantar tidur. Agar kamu terlelap. Agar kamu mimpi indah. Dan agar kamu dapat menggapai Bintang impianmu. Meski disaat yang sama, kamu menyanyikanku sebuah lagu pengantar kematian. Agar aku tak lagi ada di hidupmu. Agar aku dapat secepatnya pulang dalam pelukaNnya. Dan agar aku damai dalam dekapanNya. Aku mencintaimu. Banyak hal yang ingin kuungkapkan mengenai isi hatiku padamu. Namun, hanya ada satu pintaku untukmu. Jadilah Mentariku, karena akulah Bintangmu. Kau yang seharusnya memberiku pencerahan. Dan aku yang akan selalu membutuhkanmu. Setidaknya, jadilah Mentariku meski hanya satu malam. Sebelum melodi kematian darimu untukku benar-benar melenyapkanku.
Todos los derechos reservados
#34
direkomendasikan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Langit dan Cahayanya
  • Our Tragedy
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • Loving Like The Sun
  • About Time
  • Langit Setelah Hujan [END]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Putih Abu Abu (END)

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido