We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Just A Dream

Just A Dream

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 23, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
kemarin... tepat jam 12 malam aku terbangun dari tidurku. Aku terheran-heran ketika kulihat ada sebuah perahu kecil di sebelah kiriku dan sebuah kapal penumpang di sebelah kanan ku. "ada apa ini?" tanyaku pada seorang anak seusiaku. "apa kau ketinggalan berita, monster itu sudah dekat" katanya lalu pergi terburu-buru menuju ke kapal penumpang. Ada apa dengan monster, kenapa ada monster disini, apa yang telah kulewatkan selama aku tertidur. Aku melihat ke sebelah kanan ku lagi, aku melihat kapal penumpang itu sudah hampir berangkat. Asap mulai mengepul disana sini. Sampai-sampai aku kesulitan bernapas. huuk huuk!! Dan saat itu juga suara gemuruh terdengar, aku tidak takut karena aku tahu kalau suara itu dari kapal penumpang tadi. Aku terbatuk-batuk, tiba-tiba seseorang menepuk pundak ku, aku pun menoleh.... Kau ingin tahu apa yang kulihat? baca kuy!!
All Rights Reserved
#986
exol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penguasa Alam Ghaib
  • PERCAYA? [END]
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Kamu
  • Twinkle Twinkle (boyslove)
  • Hunaif Love Hanifa...???
  • Misi Kalisa (End)
  • Duda -Johnten [ END ]
  • YOUNG CEO AND BAD GIRL

Kami ingin minta kejelasan." kata dukun itu ngotot. "Kejelasan yang bagaimana?" tanyaku "Ya kejelasan apa penyebab anak ini meninggal." "Bukannya bapak ini kemarin sudah jelas?" kataku menunjuk kepada ayah anak itu. "Iya kan pak?" "Iya..." jawab pak Jo. "Tapi sekarang saya ingin lebih jelas lagi." "Bapak ini bagaimana to... kemarin sudah ku hadapkan pada dukunnya, bapak ku suruh bertanya sejelasnya lalu bapak tak mau bertanya mendetail, kemarin kan bapak sudah bicara panjang lebar dengan ruh dukunnya, sampai dukunnya juga minta maaf bapak juga sudah memaafkan, kok sekarang berubah?" "Maaf saya menyela.." kata dukun, "Saya masih tak percaya... dengan apa yang pak kyai lakukan, bisa saja itu hanya rekayasa." "Rekayasa bagaimana?" "Coba pak kyai buktikan lagi, jika itu bukan rekayasa." "Baik... aku akan ambil ruh anak bapak yang sudah meninggal, akan ku masukkan ke orang, nanti bapak tanya sendiri, kalau ndak percaya, nanti mas yang suka usil ini jangan salahkan kalau ku cabut ruhnya, ku lempar ke neraka..., atau ku pindah ke hewan." kataku yang segera minta ijin ke malaikat Isrofil untuk didatangkan ruh anak kecil yang kemarin meninggal. Namanya juga mimpi, ya aneh aneh saja. Satu menit berlalu. Dan ruhnya anak kecil yang meninggal sudah ada di dalam tubuh mediator. "Huuuu huuu.." dia menangis... . . . .PENASARAN...? .ikuti terus jalan ceritanyaa....!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines