Just A Dream

Just A Dream

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 23, 2017
kemarin... tepat jam 12 malam aku terbangun dari tidurku. Aku terheran-heran ketika kulihat ada sebuah perahu kecil di sebelah kiriku dan sebuah kapal penumpang di sebelah kanan ku. "ada apa ini?" tanyaku pada seorang anak seusiaku. "apa kau ketinggalan berita, monster itu sudah dekat" katanya lalu pergi terburu-buru menuju ke kapal penumpang. Ada apa dengan monster, kenapa ada monster disini, apa yang telah kulewatkan selama aku tertidur. Aku melihat ke sebelah kanan ku lagi, aku melihat kapal penumpang itu sudah hampir berangkat. Asap mulai mengepul disana sini. Sampai-sampai aku kesulitan bernapas. huuk huuk!! Dan saat itu juga suara gemuruh terdengar, aku tidak takut karena aku tahu kalau suara itu dari kapal penumpang tadi. Aku terbatuk-batuk, tiba-tiba seseorang menepuk pundak ku, aku pun menoleh.... Kau ingin tahu apa yang kulihat? baca kuy!!
All Rights Reserved
#68
just
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Misi Kalisa (End)
  • Duda -Johnten [ END ]
  • PERCAYA? [END]
  • Ramadhan With Barudak
  • Na & Liu
  • I'm More Than Just A Princess
  • ONLY YOU
  • Kamu

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines