We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KAK GEAN, Jangan Marah

KAK GEAN, Jangan Marah

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Anya berjalan sambil memutar ujung-ujung rambutnya ke arah sekre PMR. Hampir semua orang berlari tergesa-gesa karena hari ini hari pertama pertemuan calon anggota PMR di SMA Mockijay. "Empat! Lima! yang belum masuk ke barisan cepat jongkok!!! letakan tangan di atas kepala! ikuti saya." teriak seorang senior yang menyandang toa di pundaknya. Semua siswa terlihat jalan sambil jongkok ke arah pohon besar di depan sekre PMR, hanya Anya yang memacu kecepatan penuh menyusul Gean si senior. Semua orang tampak terkejut dengan ulah anya di hari pertama pertemuan, siapa sangka anya akan menodongkan diarynya untuk ditandatangani Gean di hadapan teman-temanya yang sedang di hukum? Senior-senior wanita tampak kesal melihat ulah Anya yang menggelikan dan tampak murahan. Gean pergi menjauhinya, tapi anya tak mau terlihat bodoh, Anya menarik-narik baju Gean dari belakang sambil merengek. "Kak Gean please... Anya cuma mau tanda tangan Kak Gean, habis ini kakak boleh hukum Anya apa aja. Anya bakalan makin iklas kalau hukumanya ngedate sama kakak" Perkataan Anya seakan meruntuhkan atap gedung SMA Mockijay, semua anak terbahak-bahak mendengarnya, tapi Gean tampak gelisah sambil melirik kiri kanan mencari seseorang. Setelah mempermalukan dirinya sendiri akhirnya Anya mendapat apa yang diinginkanya. Anya juga tidak lupa meminta tanda cium di diarynya. "Sudah puas? Gue cuma mau ngingetin sebagai senior yang baik. Tolong jaga harga diri lu sebagai wanita. Gue tau gue ganteng, tapi jujur ini pertama kali gue lihat orang se-" "halo Vin? ANYA UDAH BERHASIL DAPET TANDA TANGAN GEAN KETUA UMUM PMR + TANDA CIUM, KAMU DIMANA? KETEMU DI KANTIN, LANJUTIN MAIN LUDONYA." ujar Anya sambil meninggikan nada suaranya hingga terdengar semua orang yang ada di depan sekre PMR. "WHAT THE FUCK!" - ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • Converge With You [On Going]
  • Geanna[Lengkap]
  • MARS[hiatus]
  • U R My ...? [Terbit✓]
  • KENNAYA [SELESAI]
  • East sky first love
  • Sergio | Haechan
  • GADIS (Lengkap belum revisi)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines