BIPOLARIS

BIPOLARIS

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 14, 2017
"Aku bingung." Alan menaikkan satu alisnya, "Kenapa?" Kiara menatap Alan sebentar, kemudian mengalihkan pandangannya nanar. "Aku nggak ngerti sama hubungan kita. Kadang, aku ngerasa kalau kita itu cuma teman, kadang juga, aku merasa kalau kita itu lebih dari teman. Tapi, kadang aku juga ngerasa, kalau aku itu gak lebih dari orang asing buat kamu...," cewek itu melirik Alan yang terdiam, lalu menghembuskan nafasnya gusar, "sebenarnya, kamu itu nganggap aku sebagai apa?" Alan terdiam, tidak tahu harus menjawab apa *** Bipolaris | Copyright 2017 | Sophiangel
All Rights Reserved
#102
cassanova
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • DRABIA [END]
  • Kamu bilang, kamu cinta sama aku - TAMAT
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • "DOMINO II" [ COMPLETED ]
  • 𝐇𝐚𝐭𝐢 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐚𝐮 𝐒𝐚𝐤𝐢𝐭𝐢
  • Kamu
  • Dan Kamu Tidak Akan Pernah Tahu / And You'll Never Know (SUDAH TERBIT)
  • Tak Di Anggap Yah?
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines