Story cover for iLucy by mylehuk
iLucy
  • WpView
    Reads 863
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 863
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Apr 17, 2017
Lucy pikir hanya dirinya yang tersakiti
Lucy pikir hanya dia yang terluka begitu dalam


 "Ga ada yang perlu diubah, ga usah ada yang berubah. Itu yang terbaik."- Lucy


"Kita selalu bersama, tapi kita tidak berjalan bersama." - Lydia untuk Lucy

"Apa waktu bisa menyembuhkan luka?"


"Gue selalu mencoba buat mencintai diri gue sendiri, tapi berakhir gue benci diri gue. Gue juga selalu coba buat ngejaga diri, tapi berakhir gue mengabaikan diri gue. Padahal gue ga punya apa-apa untuk dibanggain. Gue ga punya siapa-siapa. Gue cuma punya diri gue sendiri" -Lucy


Apakah ini hanyalah sebuah ilusi?

Gue berharap ini nyata.
All Rights Reserved
Sign up to add iLucy to your library and receive updates
or
#609friends
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Breathe cover
To us who have to endure. cover
Why Stay Away? cover
Anathema cover
Bukan Kita D.A.N cover
Luka Terindah cover
Aluka (Proses Penerbitan) cover
Bahasa Sansekerta (Selesai) cover
Aku, Kamu dan Cinta [END] cover

Breathe

59 parts Complete

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-