Story cover for iLucy by mylehuk
iLucy
  • WpView
    Reads 863
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 863
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Apr 17, 2017
Lucy pikir hanya dirinya yang tersakiti
Lucy pikir hanya dia yang terluka begitu dalam


 "Ga ada yang perlu diubah, ga usah ada yang berubah. Itu yang terbaik."- Lucy


"Kita selalu bersama, tapi kita tidak berjalan bersama." - Lydia untuk Lucy

"Apa waktu bisa menyembuhkan luka?"


"Gue selalu mencoba buat mencintai diri gue sendiri, tapi berakhir gue benci diri gue. Gue juga selalu coba buat ngejaga diri, tapi berakhir gue mengabaikan diri gue. Padahal gue ga punya apa-apa untuk dibanggain. Gue ga punya siapa-siapa. Gue cuma punya diri gue sendiri" -Lucy


Apakah ini hanyalah sebuah ilusi?

Gue berharap ini nyata.
All Rights Reserved
Sign up to add iLucy to your library and receive updates
or
#345siblings
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
To Heal cover
Anathema cover
Kita Sembuh Bareng? cover
Sejenak Luka cover
Bahasa Sansekerta (Selesai) cover
AlReGa [END]√ cover
Hopeless cover
Aluka (Proses Penerbitan) cover
Rainie ( END ) cover

To Heal

4 parts Ongoing

Luka yang tak terlihat seringkali lebih menyakitkan daripada yang tampak. Alira hidup dengan dendam dan kebencian yang tak pernah padam, terutama kepada ayahnya-orang yang telah merenggut ibunya. Diasuh oleh keluarga yang memperlakukannya berbeda, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin, keras, dan tak ingin bergantung pada siapa pun. Namun, segalanya berubah ketika Aidan kembali ke hidupnya. Sahabat kecilnya yang dulu ia anggap telah menghilang kini berdiri di hadapannya, membawa cahaya yang nyaris padam dalam dirinya. Aidan tak hanya ingin kembali berteman-ia ingin mengubah Alira, membuatnya percaya bahwa luka bisa sembuh dan masa lalu tak harus selalu menjadi beban. Tapi, bisakah seseorang benar-benar pulih dari luka yang sudah terlalu dalam? Ataukah Alira akan tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya? Di tengah konflik keluarga, geng sekolah yang menambah kekacauan, serta perasaan yang mulai berubah, Alira harus menemukan jawabannya sendiri. Karena terkadang, perjalanan untuk pulih justru lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.