My Introvert Boyfriend

My Introvert Boyfriend

  • WpView
    Reads 20,225
  • WpVote
    Votes 814
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 25, 2018
Bagaimana perasaan kalian jika mempunyai pasangan yang cuek, tidak perhatian dengan kita dan malah sibuk dengan urusan dirinya sendiri. Dan itulah yang terjadi padaku saat ini. Seolah hanya aku yang berjuang, hanya aku yang pertahanin hubungan ini. Walau begitu... Aku tidak mau egois. Aku harus mempertahankan hubungan ini. Karena aku sayang dengan dia kekasihku... My Introvert Boyfriend
All Rights Reserved
#335
lisablackpink
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • One Night Stand [ MewGulf ]
  • Unbroken Flower
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • touch me, But I know (end) ✔️
  • Surga untuk Air Mata
  • My Perfect BoyFriend
  • My Lovely Brother #wattys2017
  • am I Strong?

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines