Story cover for Untuk Dibaca Bertiga by adindollie
Untuk Dibaca Bertiga
  • WpView
    LECTURAS 116,930
  • WpVote
    Votos 3,027
  • WpPart
    Partes 40
  • WpView
    LECTURAS 116,930
  • WpVote
    Votos 3,027
  • WpPart
    Partes 40
Concluida, Has publicado abr 17, 2017
Untuk sahabatku. 

Ini surat kedua dariku. Maafkan aku tidak langsung berbicara. Aku hanya ingin kau mencari tau ini. 

Aku sudah memberikan petunjuk besar. Aku yakin kau akan langsung tau saat membacanya. Bahasaku tidak ada yang berubah. Tetap kaku. 

Surat pertamaku sudah kau baca dan jawabannya memuaskan. Tapi, aku ingin bukan hanya kau saja yang membaca surat ini. Aku ingin mereka berdua juga membacanya. 

Aku harap surat ini bisa jadi alasan kalian berkumpul, atau kita. 

Dari : si gadis yang tidak bisa diam
Tanggal : 18 April 2017
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Untuk Dibaca Bertiga a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Aksara Tak Bertuan  de cahayakamila24
25 partes Concluida
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Just Remembrance! cover
Remember (Edited) cover
Almost. cover
Aksara Tak Bertuan  cover
Kepada sang pencipta rindu cover
Memori (End)  cover
Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)  cover
harapan yang pupus cover
Segala Tentangmu ❝ cover
Enigma Sebuah Perasaan (End) cover

Just Remembrance!

21 partes Concluida

Untuk : Ardian Entah bagaimana aku bisa memulainya. Tapi, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tak tau sampai kapan aku begini. Menanti cinta yang tak pasti. Ingin rasanya aku membisikkan kata cinta untuk hatimu. Agar kau bisa melihat besarnya rasa cintaku. Mengenaliku. Menemaniku menyusuri labirin-labirin kehidupan. Membantuku menyebrangi samudra tantangan. Hingga menemukan hilir kehidupan yang kekal. Aku ingin bersamamu menikmati hidup ini. Namun, apakah semua ini hanyalah sesuatu yang abstrak? Yang tak mungkin terjadi? *** Untuk : Krystal Kau, yang sebenarnya sudah berhasil sejak awal. Aku hanya ingin mengatakan itu. Sejak kali pertama kita bertemu di tempat pendaftaran teater. Kau yang menelponku, kau yang akan jatuh konyol dari panggung, kau yang menaruhkan kue cokelat di motorku, kau yang menyelipkan surat cinta di kue itu, kau yang menemaniku saat memasang poster, kau yang berada satu kelompok bersamaku saat olimpiade, kau yang menyanyikan musikalisasi puisimu saat di café, dan kau yang selalu berwajah konyol saat bertemu denganku. Itu semua sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Walau waktu kita selalu tidak tepat, tapi aku berharap, ini waktu yang tepat. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ardian.