Blooded Rose

Blooded Rose

  • WpView
    Reads 9,978
  • WpVote
    Votes 871
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 8, 2017
"Sudahlah kak, hentikan pekerjaanmu!" "Kalau aku berhenti, kita makan apa? Batu?" "...Kita bisa membicarakan hal itu, bukan?" "Aku tak punya waktu untuk itu." Gempa menghela nafas berat. Kakaknya, Halilintar tak kunjung mendengarkannya. Berkali-kali dia mengingatkan pekerjaan sebagai pembunuh bayaran itu salah. Tapi, hati Halilintar selalu berpaling dari Gempa yang terus mengkhawatirkannya. Sampai suatu hari, misi sang pembunuh bayaran adalah melenyapkan adiknya sendiri. "...Apa bisa waktu kuputar ulang lagi...?" Awesome cover by Pelukis_Berdarah Thanks!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fence: Keluarga itu Ibarat Pagar
  • π»π‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π»π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘†π‘’π‘šπ‘Žπ‘‘π‘Ž
  • My Brother's Secret
  • I'm The Antagonis!?
  • [βœ”] HEY TWINS!
  • Kau lah Kakak Terbaikku! (END)
  • 7 Hilarious Disasters
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Brothers?! [Boboiboy Elemental Siblings] (On Going)

Keluarga itu ibarat pagar. Tidak bisa berdiri sendiri, harus saling merangkul agar lebih kuat. Perlu dipaku agar tetap kokoh, walau terdengar menyakitkan. Pagar itu kadang memang membatasi kita, tapi jangan lupakan jasanya karena pagarlah yang melindungi kita dari dunia luar. Mirip keluarga, 'kan? Di sini ada Halilintar, tiang pertama yang menjadi kepala keluarga karena keadaan. Tidak mungkin berdiri tanpa dukungan Taufan yang mengambil peran 'kakak' untuk adik-adiknya. Gempa dulu yang paling dekat dengan Umma, kini mencoba meniru sosok lembut penuh kasih sayang milik Umma. Lantas, bagaimana dengan 4 yang lain? Blaze selalu berusaha melakukan apa yang dia bisa untuk membanggakan keluarganya. Ais memang terlihat pendiam, tapi bukan berarti dia sepenuhnya abai. Duri memang masih menyimpan trauma, tapi dia tetap selalu berusaha hadir untuk semua saudaranya. Sedangkan Solar, sebagai anak paling bungsu dia selalu mencoba untuk bersikap dewasa. Meski kadang gagal. Ini adalah kisah keseharian para tiang pagar yang berusaha melindungi rumah mereka. Bukan cerita angst atau sedih, ini slice of life. Lebih banyak lawak daripada nangisnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines