We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Blooded Rose

Blooded Rose

  • WpView
    Reads 10,049
  • WpVote
    Votes 871
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 8, 2017
WpInfo
Fanfic
"Sudahlah kak, hentikan pekerjaanmu!" "Kalau aku berhenti, kita makan apa? Batu?" "...Kita bisa membicarakan hal itu, bukan?" "Aku tak punya waktu untuk itu." Gempa menghela nafas berat. Kakaknya, Halilintar tak kunjung mendengarkannya. Berkali-kali dia mengingatkan pekerjaan sebagai pembunuh bayaran itu salah. Tapi, hati Halilintar selalu berpaling dari Gempa yang terus mengkhawatirkannya. Sampai suatu hari, misi sang pembunuh bayaran adalah melenyapkan adiknya sendiri. "...Apa bisa waktu kuputar ulang lagi...?" Awesome cover by Pelukis_Berdarah Thanks!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Mute Prince | ✔
  • 7 Hilarious Disasters
  • The Possession [END]
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Kau lah Kakak Terbaikku! (END)
  • My Brother's Secret
  • Fence: Keluarga itu Ibarat Pagar
  • Brothers?! [Boboiboy Elemental Siblings] (On Going)
  • Memories Of Our Brother
  • 𝐻𝑎𝑛𝑦𝑎 𝐻𝑎𝑦𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑆𝑒𝑚𝑎𝑡𝑎

[T H I R D P R O J E C T] Finished! Kisah seorang pemuda yang bertemu dengan salah satu penghuni desa tempat di mana dirinya 'diusir' oleh kedua orang tuanya sebagai hukuman. "Hei? Kau tinggal di sini? Namaku Halilintar. Siapa namamu?" "....." Tidak ada jawaban. Remaja itu hanya tersenyum dan berjongkok serta menuliskan sesuatu di tanah. "Namaku Gempa." 'Dia bisu,' batin Halilintar. "Senang bertemu denganmu, Gempa" Gempa kembali tersenyum. Disclaimer : Boboiboy © Animonsta Studio a story written by Zevuar © March 2021 Freindship || Slice of Life || Fanfiction

More details
WpActionLinkContent Guidelines