El Nino

El Nino

  • WpView
    Membaca 70
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 17, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Kamu kaya wikipedia berjalan no, tau apa aja." "Saya juga udah tau..." "Apa?" "Kalo kamu suka saya." Hidupnya terasa mudah. Tak ada beban yang ia perlihatkan. Aku melihat dengan jelas di wajahnya yang kadang datar dan lucu itu. Wajah yang menandakan kebahagiaan seakan menyelimuti hidupnya. Mata? Aku tak bisa membacanya . Jadi aku tak pernah tahu apakah hidupnya mudah atau bahkan sama halnya dengan neraka! Yang aku tahu hanya dia cukup pintar menyembunyikan dan mengetahui apa yang aku sembunyikan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • My First Love [END]
  • Kelas A [End]
  • Guard Your Hearts
  • The Multiple Personality
  • Dalam diam
  • Behind The Smile
  • THE NEW GIRL [SELESAI]
  • New World [REVISI]

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan