What I Think?

What I Think?

  • WpView
    Reads 361
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 2, 2017
New story from me [ON GOING] slow update Awal update→19042017 Apa yang aku pikirkan? Dia? Oh tidak, aku tidak akan memikirkannya. Natha, si cewek humoris yang kehidupannya berubah rumit untuk mencari keempat sahabat kecilnya. Ia sangat bersikeras dalam misi nya. Namun, gara-gara kedatangan si cowok yang super egois, ia membatalkan misi tersebut, untuk menyelesaikan masalahnya kepada cowok egois itu. *** Ketika sebuah ide dituangkan ke dalam cerita sederhana ini. Semoga kalian suka. #baca aja dulu.siapa tau tertarik suka #happy reading #terimakasih:)))) #bukan hasil cerita plagiat:vv
All Rights Reserved
#3
altaf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible
  • Never Gone ✔️
  • CLOSER
  • GITA OLIVIA [END]✅
  • RUANG WAKTU
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • NAYVAN [END]
  • Diana
  • 1. Dia, Arsen!!
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]

[SLOW UPDATE] Mungkin, kali ini dia hanyalah pendatang. Tapi, bagaimana jika suatu hari nanti dia lah yang menjadi penopang? ________ Cerita ini bermula ketika Ghea Andara, cewek pecinta seni yang berniat membongkar kasus kematian sahabatnya, Clara Anindita. Setelah kepindahannya dari SMA Pelita ke SMA Angkasa, membuat kehidupan Ghea semakin rumit. Terutama tentang kisah cintanya. Diluar dugaannya, orang yang selama ini ia cari ternyata bersembunyi di balik sifat baiknya. Apa yang dirasa baik, nyatanya tak sebaik apa yang dipikirnya selama ini. Mustahil kah jika siapa saja bisa menjadi pelakunya? *** "Gak mungkin dia..," lirihnya seraya membekap mulutnya tak percaya. "Tapi kalo kenyataannya seperti itu, kita gak bisa apa-apa," "Gak!" "Ini mustahil!" "Gak mungkin!" "Bagaimana bisa?!" Ia hanya bisa menatap gadis di depannya ini dengan wajah sendu. Kini, jiwa itu seolah rapuh. Seakan tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang berhasil singgah di hatinya, ternyata adalah orang yang membuat nyawa sahabatnya melayang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines