Story cover for The Deep Talk by arslabirin
The Deep Talk
  • WpView
    Reads 6,365
  • WpVote
    Votes 895
  • WpPart
    Parts 35
  • WpView
    Reads 6,365
  • WpVote
    Votes 895
  • WpPart
    Parts 35
Ongoing, First published Apr 19, 2017
Kina dan Sam. 

Dua orang pengembara waktu. Dua orang yang sama-sama aneh dan unik. Isi kepala keduanya beda dengan kebanyakan orang. 

Entah apa yang sebenarnya mereka cari. Rumah sudah bisa dikatakan rumah, tapi tetap saja tidak berhasil membuat betah. Kereta dan jalanan seakan rumah yang sebenarnya bagi mereka. 

Ini segala percakapan berat mereka yang seringkali orang lain abaikan. Yang tidak akan berhenti sebelum menemui inti dari percakapan itu. Percakapan yang sering kali timbul di tengah perjalanan. Yang seakan menambah esensi dari setiap langkah kaki itu. Yang sekiranya bisa membuatmu mengerti kalau sudut pandang di dunia ini bukan hanya satu saja. 

Copyright © 2020 by arslabirin
All Rights Reserved
Sign up to add The Deep Talk to your library and receive updates
or
#661selfimprovement
Content Guidelines
You may also like
Dua cangkir satu Meja  by byjulieeeee
53 parts Complete
Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
You may also like
Slide 1 of 10
HI! AB PART 1 cover
Homebound | 00L Nct Dream cover
OUR PROMISE cover
Story of My Life (Kelesah) cover
Jejak cover
Hanya Saja cover
LOVE FOR BROTHER {END} cover
Dua cangkir satu Meja  cover
Home [Complete] cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover

HI! AB PART 1

200 parts Complete

Mampir Dan Hadir Di Bagian Kedua, Bisa Cek Di Profil Karya Saya. Terima Kasih. Setiap Hari Kita Harus Belajar, Apa Yang Masih Kekurangan. Apa Yang Terlalu Berlebihan. Hidup Itu Penuh Akan Pertanyaan, Pilihan, Dan Juga Jawaban. Pertanyaan Selalu Ada Jawaban. Pilihan Selalu Ada Opsi Yang Mesti Kita Pilih, Namun Jawaban Tak Pernah Sama Bagi Semua Orang. Yang Menurutmu Benar Belum Tentu Benar Untuk Mereka. Yang Bagimu Salah Belum Tentu Salah Bagi Mereka. Kumpulan Kata Dan Kalimat Di Dalam Buku Ini Hanyalah Beberapa Penggal Huruf Yang Saya Pilih, Tapi Siapa Tahu Itu Bisa Jadi Suatu Hal Yang Kamu Mau. Saya Manusia Biasa, Sama Sepertimu. Saya Tak Sempurna Dan Tentu Masih Hobi Berbuat Dosa. Tak Ada Bedanya Antara Kita Karena Kita Sama Sama Manusia. Mari Kita Sama Sama Belajar Melalui Buku Yang Berjudul Hari Ini Aku Belajar.