Leannan
  • WpView
    Reads 229
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 18, 2017
Mengapa aku begitu yakin dengan rasa yang mencampur adukan ruang hatiku. Cukup trauma aku mengenal cinta, semua karena si pendusta. Namun apakah selamanya aku harus membeku? Sedangkan kehangatan masih dapat ku cari dan ku dapatkan. Oh lelaki itu, tatapan pertama yang meninggalkan jejak di mata. Setiap sudut yang ku pandang, wajahnya selalu terbayang. Tidak, tidak. Bukan kah aku sudah menegaskan pada hatiku. Bahwa aku tidak mungkin jatuh cinta. Lelaki sipit, cuek, jutek.. Tidak lekas pergi dari khayalku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Tertinggal
  • Di Balik Kacamata [END]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • When Love is Breaking
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Dreams Come True [END]

Cinta.... Begitu banyak wanita yang terperangkap dalam kata Cinta. Apakah cinta itu sebenarnya? Mengapa semua orang sampai dibuatnya merasakan seribu kebahagian dan sejuta kesedihan? Mengapa mereka merelakan harga diri mereka untuk mendapatkan segenggam cinta dari sang pujaan hati? Mengapa mereka dapat membuang mimpi dan cita-cita mereka, agar dapat menjalani sisa hidup bersama kekasih mereka? Saat mereka jatuh dalam pelukan cinta, mereka akan merasakan segala keindahannya. Mereka akan memuji keindahan cinta. Mereka akan menulis sebuah syair panjang untuk merefleksikan rasa cinta mereka. Tapi saat cerita cinta itu berakhir? Mereka hanya akan berurai air mata. Air mata kehilangan. Air mata. Ya...hanya akan ada air mata menemani mereka. Betapa bodohnya mereka. Memuja cinta. Memuja sesuatu yang hanya akan membuat mereka menderita. Memuja sesuatu yang semu. Memuja sesuatu yang tak pasti.... Mungkin aku terdengar terlalu membenci cinta, mungkin aku terdengar terlalu sinis terhadap cinta. Sebagian orang mengagap bahwa aku tidak pernah merasakan mencintai. Sebagian lagi berkata bahwa aku takut untuk jatuh cinta. Mungkin pendapat yang kedua benar. Aku takut untuk jatuh cinta... lagi. Karena aku takut sakit untuk yang sekian kalinya. Ya... aku sudah beberapa kali merasakan mencintai seseorang dan merasakan beberapa kali di sakiti oleh rasa cintaku....

More details
WpActionLinkContent Guidelines