Rayn, Rain, dan Hujan

Rayn, Rain, dan Hujan

  • WpView
    GELESEN 129
  • WpVote
    Stimmen 22
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Di., Okt. 24, 2017
WpInfo
SACHBUCH
Rayn Cleofal sangat membenci hujan. Karna hujan semua orang meninggalkannya, ibu yang sangat dia sayangi, adik yang sangat ia damba, dan gadis yang selalu menemaninya hidupnya. Karna hujan semuanya lenyap dihidup Rayn. Karna hujan dia kesepian. Karna hujan hidupnya tidak berwarna, seperti lembaran-lembaran monokrom. Tapi siapa tahu akan ada gadis yang memasuki hidupnya. Gadis yang sangatmencintai hujan. "Hujan adalah berkah dari tuhan" itu yang selalu disebut gadis itu. Rain Castika namanya.
Alle Rechte vorbehalten
#4
alvaromell
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • It's Always Been You✔️
  • Àsphodel
  • Nice to meet you ☂️|| Mingning | END
  • RAYXCAIN
  • Two Rebels, One Love
  • BLACK LOTUS [teratai berduri di hati]
  • When The Rain Come {END}
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Gadis Hujan

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien