16 parts Ongoing Bagi Kanaya, pernikahan tidak di bangun atas cinta, tetapi cinta dibangun atas pernikahan. Itulah yang menyebabkan ia menerima perjodohan dari Prof. Anita dosennya dengan anak laki-laki beliau bernama Letnan Satu Gibran Prawira.
Sayangnya, Lettu Gibran tidak berpikiran sama. Ia terpaksa menerima pernikahan hanya karena sang ibu.
Kanaya mengetahui bahwa Gibran memiliki kekasih dan perceraian yang direncanakan pria itu. Tapi baginya, pernikahan adalah seumur hidup. Ia bertekad akan tetap mempertahankan pernikahan itu. Berbagai cara ia lakukan untuk menarik hati suaminya, mulai dari selalu berpenampilan cantik di depan laki-laki itu, selalu memasak masakan yang enak-enak, hingga gombalan-gombalan maut yang membuat hati tentara yang meski berwajah sangar dan berbadan kekar itu sering meleyot. Dan yang paling utama adalah mengancam akan mengadu ke sang mama.
"Pasangan itu seperti makanan, pilihlah yang Halalan thayyiban. Jadi, Bang Gibran lihatlah yang didepan ini. 100% HALAL!!!"
"Dan," Ia kemudian meraih wajah suaminya hingga laki-laki itu bisa melihat wajah cantik natural Naya dari jarak dekat, dan tanpa sadar membuat telinganya memerah.
Namun, suatu ketika mama Gibran berpulang. Sudah tidak ada lagi alasan Gibran bertahan dengan pernikahan itu. Kanaya tidak ingin bercerai, ia kemudian memilih menghindar dengan pergi ke daerah Papua untuk mengabdikan dirinya mengajar anak-anak disana.
Bagaimana kisahnya?
"ANTARA AKU, KAMU, DIA DAN TANAH PAPUA"
Copyright © by SN Aisyah