We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DREAMER
  • WpView
    Reads 13,485
  • WpVote
    Votes 344
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 13, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Selama ada kamu, Aku bahagia. Selama ada dia , Aku tak mengapa. Selama kau bersamanya, aku hanya bisa tersenyum penuh luka. Semakin aku berharap, semakin besar luka yang akan aku terima. (Jangan sia siakan ketika rasa itu masih ada) Berjalanlah seiringan. Jangan berharap ia mengejarmu. Karna saat kau sedang asik berlari tanpa menoleh ke belakang, saat kau sudah menoleh tetapi kau tau ia sudah tak lagi mengejarmu dan berbalik arah mendekati orang yang telah mengejarnya. Mari ajak ia untuk berjalan beriringan. Bukan ia yang mengejarmu atau kau yang menunggunya mendekatimu Hargailah jika perasaan itu masih ada. Dan selagi ada
All Rights Reserved
#759
non-fiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • ALFA [selesai]
  • Destiny.
  • When You Were Here
  • Waktu?
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines