Let Me Love You

Let Me Love You

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 19, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
#satu "Bulaaaan!!!"Sudah lima kali nama itu di teriakkkan.Namun yang punya nama tetap saja tak menyahut.Ia malah sibuk memerhatikan bingkai foto pemberian Papa sebulan lalu.Saat papa belum berangkat ke Korea untuk bekerja.Rindu tetaplah Rindu.Tiada yang mampu mengahpusnya di hati gadis bernama Bulan ini. Tiba tiba pintu di ketuk.Bulan hanya menoleh sambil mendesah pelan."Jangan ganggu Bulan!Ntar juga Bulan turun makan malam!!"Teriak Bulan kesal.Lalu setelah itu...pintu di buka.Siluet mama muncul dari luar.Bulan mendengus sebal. "Jangan suka tunda tunda makan.Maag kamu nati kambuh"Ujar mama datar. "Nanti juga Bulan turu.Gak makan malam hari ini nggak bikin Bulan sakit kan?"Tanggap Bulan kembali menatap bingkai foto berisi foto papa dan Bulan waktu Bulan masih TK Mama mengusap kepala Bulan lembut"Emang gak bikin sakit...Tapi mama yang repot kalau kamu sakit"Ujar Mama sambil berlalu kembali menutup pintu kamar Bulan.Bulan menghela nafas panjang lalu melirik jendela.Tak ada purnama malam ini.Berarti tak ada yang istimewa pula malam ini.Itu kata Papa.Bulan beranjak malas keluar kamar dan turun untuk makan malam. Mama menatap Bulan heran."Kenapa sih?Berantem lagi sama Mars?"Tanya mama menyebut pacar Bulan yang sudah sebulan lalu tak pernah ada kabar lagi. Bulan memutar bola matanya"Udah sebulan lalu Bulan gak contac Mars.Lagipun...Bulan ga berantem.Miars aja yang menghindar terus"Jawab Bulan sewot "Kalau emang ga bisa di pertahankan ga usah di terusin."Saran mama seperti tahu perasaan Bulan Bulan hanya mengangguk takzim.Ia tak berkutik lagi.Lebih tepatnya tak ingin membahas lebih dalam tentang Mars.Ia tahu harusnya hubungannya di akhiri bila tak oantas lagi di teruskan.Namun Bulan belum menemukan penggantinya.Yang terpenting baginya adalah status.Padahal materinya status bukanlah hal dasar untuk mencintai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELENOPHILE
  • ARUMILA
  • Bulan Bintang
  • My Beloved Enemy
  • Painful By Accident (Completed)
  • BulBin (END)
  • " BYE "
  • GARIS TAKDIR
  • Mas Duda

"gw gapeduli bul, gw cmn syg sama lo gw cinta sama lo, bahkan sekarang gw udah jatuh, sejatuh jatuh nya sama lo bul" ucap avond dengan kepala tertunduk lemas sambil memegang tangan bulan. "tapi gw peduli avond! peduli sama kita, gimana kedepan nya, hubungan nya. Tapi lo apa? sepertinya memang matahari lebih pantas dengan senja, dan bulan selalu dengan malam nya, maaf avond kita selesai" ucap bulan dengan berat hati, dan tangisan nya, seraya melepas genggaman avond di tangan nya, lalu pergi menjauh dengan segala kenangan dan kecewa. 'sampai kapan pun rembulan hanya milik sang malam dan senja hanyalah pembuka sebelum sang malam tiba' -avnd 'tidak ada yang lebih pantas dari matahari untuk senja dan bulan untuk malamnya' -bln HAIIII!! PENASARAN GA SIH SAMA CERITANYA?? GIMANA SIHH KOK BISAA KAYA GITU ITU LOHH?! YAUDAH YUKKK BACCAHHHH AZZAAA👊🏽

More details
WpActionLinkContent Guidelines