+ When The Wind Blows + [HIATUS]

+ When The Wind Blows + [HIATUS]

  • WpView
    Reads 1,345
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 10, 2019
WpInfo
Fanfic
EXO
-- Matanya seakan-akan menjerit. Tapi tak ada seorangpun yang mengerti. Ia ingin menyampaikan apa yang dirasa. Didalam kesunyian sepi, tak ada cahaya. Yang ada hanyalah harum bunga dan doa. -- Lezi merasa pusing, matanya tampak bayangan yang kabur, ia tidak bisa bernafas, dadanya sesak, "nggak ada udaranyaaaaa" Ia sama sekali tak bisa bernafas, sedangkan hidung, dan krah baju Lezi-pun berlumuran dengan cairan berwarna merah, entah itu darah? 🌻🌻🌻 Demi apapun, Chatlea Azarinne harus merelakan orang yang disayanginya kepada sahabatnya sendiri, Aeera Barsha, sebab penyakit yang dideritanya.
All Rights Reserved
#563
taeyeon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • Cold idol
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Langit untuk Asa
  • C L O S E R . [REVISI]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • nothing // o.s.h
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines