The Key Of Billionaire

The Key Of Billionaire

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 21, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Sania Zara adalah seorang gadis lugu, jutek, cuek, dan sangat tertutup. Dia tidak pernah membayangkan dirinya akan menikah diusia dini, apalagi dengan pria yang ia anggap musuh dari dulu. Sania masih ingin kuliah? menjadi dokter kecantikan yang ia impikan dari dulu😳. Tubagas Arma adalah lelaki muda yang cukup dewasa dan seorang pewaris kekayaan perusahaan hotel ternama di Indonesia. Sifatnya yang dingin, wajah nya yang tampan, dan ketidaktertarikan nya kepada wanita. Membuat wanita menginginkannya. Ia tidak pernah mebayangkan akan menikah dengan gadis kecil yang baru lulus SMA, yang terkenal juteknya dari dulu. hiih. Apalagi saat ini Arma masih menunggu pujaan hatinya yang tengah kuliah di USA, dia mencintai wanita itu wanita yg sudah jelas tidak pernah mencintainya. "Dasar gendut" teriak sania. "wajahmu jelek seperti kodok" balas arma. sejak saat itu mereka bukan lah little goal relationship lagi. Tetapi musuh. Rumah mereka berdepanan lebih tepat nya dikomplek itu hanya terdapat 5 rumah. ya. Mansion bukan komplek.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beauty and the Boss
  • STARTING TO GET OBSESSED
  • Fallin Love With Jerk Billionaire (END)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Transmigration is poor 21++
  • The Gigolo Baby (SELESAI)
  • Alana - My mahasiswi
  • I Love You Uncle (END)
  • Beyond The Office (Republish)

"Bilang kalau kamu mau aku pergi. Bilang kalau kamu nggak suka aku hadir di hidup kamu. Say it if you mean it." - Benara Wijaya Kamuflase cinta. Penorehan luka. Hancurnya kepercayaan untuk bertahan. Kepalsuan dalam sebuah keluarga membuat Aluna Sarasita tidak akrab akan cinta. Sampai seorang lelaki tampan nan mapan yang merupakan pemilik hotel Saint Wijaya tempat mereka dipertemukan, menetap di dunianya bak lentera dalam gulita. Terdengar seperti omong kosong! Bahkan lelaki biasa pun enggan menerima Saras apa adanya. Namun, Benara Wijaya benar-benar berbeda. Saras tahu, menerima Ben adalah sebuah kekeliruan. Sekalipun lelaki itu berupaya meyakinkannya, kehidupan Ben yang sempurna tetap menjadi alasan bagi Saras beranggapan Ben tidak akan pernah memahami kondisinya. Mereka berbeda. Bak bumi dan langit. Bak hitam dan putih. Saras pun semakin yakin untuk menghapus Ben dari hidupnya. Tanpa peduli harapan yang telah dibangun oleh lelaki itu. Tanpa peduli ada hati yang hancur berkeping-keping karenanya. Lantas, berhasilkah Benara Wijaya membawa Saras pada akhir kisahnya? Mampukah ia menyadarkan Saras bahwa perempuan itu adalah luka sekaligus bahagia terindahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines