candu si serdadu

candu si serdadu

  • WpView
    Reads 457
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 20, 2017
Nikmat sekali hening ini dengan suaramu di sela-sela lelah malamku Entah sudah berapa lama begini, karna sebelumnya aku seperti mati kutu soal rasa Hai, serdadu keras kepala. jauh sekali jarak kita ya, andai selangkah saja jarak ini sudah kulangkahi ruang itu agar leluasa ku peluk kau semauku lalu kuceritakan hari-hari beratku, dan merengek untuk mencuri sedikit simpatimu banyak yang ingin ku adukan padamu, termasuk cerita-cerita buruk dan ramalah konyol mereka soal akhir cerita kita kelak gagu sekali aku ini,entah lapar atau haus soal cinta karna menemukanmu saja seperti dihadiahi oasis dari gurun sahara meski banyak tawaran menggiurkan soal kebahagiaan sebelum denganmu lebih manis, kurasa aku kenal rasa manis itu. ya.. tak jauh beda dengan secangkir kopi pahit yang meski harum tetap meninggalkan rasa getir setelahnya. mau sedikit kejujuran dariku? "aku bodoh soal cinta, jika aku masih merengek.. maafkan saja ya hahaha namanya juga proses, berat memang tapi aku suka ini" menjadi sosok di belakangmu tak mudah ternyata, kurasa kau pernah berfikir "lemah sekali perempuan ini" saat aku berkali- kali merengek tak jelas. jika kau mau lupakan saja semua itu, lagipula aku bodoh sekali soal rasa.. jika kau sanggup bertahan, maukah menopangku? karna aku malas beranjak dari sini, aku sudah menemukanmu maka aku akan tinggal denganmu saja.
All Rights Reserved
#21
abdinegara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tu woh chaand
  • Adesewa the pregnant corper
  • Word Of Action!✔️
  • Destined To Be With You
  • The Unspoken Bond
  • Iztiraar
  • Radheya Karna: A Fallen Hero or A Sacrificing Sage? (Karna Series 1)

Zaryan Saeed & Seherunnisa Afnan Kuch rishte aap ki zindagi me ek thande hawa ke jhonke ki tarah aate hain aur kabhi do pal ka sakoon de kar chale jate hain to kabhi zindagi bhar ka gam de kar ke... __________ "Baba is diary me kya he?" Usne pucha to usne apne chehre ke tassuraat badle bagair jawaab diya. "Kuch adhure khuwaab hain" _______ "Main us time se yahan betha hun aur aap mujhe ignore kar rahi hain that's not fair!" "Bhai aap hain kon mere peeche kyun par gaye hain?!" Woh tang aa kar boli thi. "Astaghfirullah! Ignore kar len magar bhai to mat kahen" ______ "Zindagi bohat dhokebaaz hai ek umeed deti hai phir sab wapis le leti hai." Ek ansu uski ankh se gira tha aur najane kitne uske andar. "Aap akele to nahi hain....." Woh chota sa haath jisne uske mazboot haath ko aaj kamzor parne se rouka tha. ________ Just a little warning: it's an emotional rollercoaster so buckle up!

More details
WpActionLinkContent Guidelines