Menemukan Halaman Baru

Menemukan Halaman Baru

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 21, 2017
Kini aku telah menemukan halaman baruku , Dimana tidak ada kamu didalamnya . Aku minta maaf mungkin aku terlalu jahat bagimu , karna secepat ini aku membuka lembaran baruku . Kamu harus tau , untuk melalui ini . Aku harus dengan tega membunuh cinta yang sedari dulu tumbuh, Aku harus dengan tega merobohkan cinta yang sudah kita bangun berdua . Tapi kau juga harus tau , Hidup tak seharusnya harus di sesali karna patah hati , Mau tidak mau Suka tidak suka Aku harus tetap melangkahkan kaki kedepan , Walau mungkin terasa berbeda jika tidak bersamamu . Namun hidup adalah pilihan , Dan sekarang aku memilih hidup yang tidak ada kamu lagi didalamnya . -selamat membaca-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Happiness to your (2jae)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Waktu dan Cinta
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Lubang Dalam Hati
  • Ilusi
  • If it is You
  • Janji Dibawah Langit Senja
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines