With out For You

With out For You

  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 24, 2017
Terkadang aku harus melihatmu dari belakang. Harus melihat punggungmu saja. Tapi saat aku berbalik meningalkanmu kau slalu datang dan mencegahku sampai pada akhirnya kau dan aku bersama bergandegan tangan dan selalu tersenyum bersama. Saat keheningan mulai di penuhi keramayan kabut pun tiba dan saat hari mulai cerah kabut itu mulai menghilang. Terkadang kita harus berpisah biarpun kau dan aku merasakan hal yang sama dan kini kabut itu mulai menebal dan kini jarang kita menjauh.. Tapi cahaya itu mulai mendekat dan menyatuhkan kita kembali. Dan kabut itu kini mulai menipis dan mulai menunjukan jalan dan arah untuk kita. Karna tampamu Dan diriku kita bagaikan benang yang kusut...Aku menunggumu di ujung jalan yang di selimuti kabut itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • My Heart
  • RANA
  • Dusk In Your Eyes
  • Shivviness[END]
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Sekali Lagi (End)
  • [END] Blind Rainbow
  • KEYLA
  • LOVE OF THE PAST

[LENGKAP] Beberapa hal yang mesti kau catat lalu kau baca saat merasa sendiri Ada yang diam diam yang ingin di sapa olehmu.Percayalah. Ada yang mengharap pertemuan kedua,setelah matamu mendarat ke matanya tanpa aba-aba. Ada yang setiap pagi terbangun buru-buru,demi sebuah frasa "selamat pagi" dari bibirmu. Ada yang tak pernah berhenti mencatat,sebab setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu,tiap kau sebut nama,miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu ,malu malu. Ada yang memilih tertunduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal.Lututnya lemas,tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu.Menunggu sebuah ketukan darimu. Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu saat kau tak tertangkap matanya beberapa waktu lalu. Ada yang tak pernah merasa begitu utuh,setelah lelaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh. Ada yang diam- diam mendoakanmu dalam -dalam. Percayalah

More details
WpActionLinkContent Guidelines