Story cover for The Real by cahya98
The Real
  • WpView
    GELESEN 13
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 1
  • WpView
    GELESEN 13
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 1
Laufend, Zuerst veröffentlicht Apr. 21, 2017
Banyak kisah, bahkan hingga ribuan kisah seperti ini, yang tertulis di sebuah karya buku ataupun sebuah cerita perfilman.
Percintaaan, masa sekolah, air mata, laki-laki atau perempuan yang bisa dikategorikan Bad ataupun juga Nerd, atau... Biasa-biasa saja.
Apakah benar? Atau tidak sebanyak seperti yang disebutkan?.
Banyak atau tidak, bagi pecinta buku-buku karya tulis atau film-film, pasti pernah menemukan cerita semacamnya.
Klasik, berlebihan, bahkan terkesan dramatis. Pasti diantara kalian ada yang beropini seperti itu?.
Maaf jika tidak.
Tapi, bukan tidak mungkin, cerita seperti itu diambil atau dilihat langsung dari kisah nyata yang ada. Dengan adegan, waktu, tempat, dan tokoh-tokoh yang benar nyata.
Nyata!! Di dalam kehidupan yang sebenarnya. Percaya atau tidak.
Seperti salah-satu kisah ini diantara ribuan kisah lainnya.
Entah apa dan bagaimana tanggapan setelahnya??.
Alle Rechte vorbehalten
Inhaltsverzeichnis

1 Kapitel

Melden Sie sich an und fügen Sie The Real zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
GHAVARI  von alghisty_
10 Kapitel Laufend
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
ASHA cover
Crazy Student and Bad Teacher cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
GHAVARI  cover
Sayang cover
Fuck Boy cover
LEITHLEACH cover
Paper Plane cover
Trapped between two friends cover

ASHA

40 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt

Warning⚠️ Typo bertebaran!! Happy reading🙌 Alih-alih menikmati masa remajanya, Asha memilih terhanyut akan cerita novel yang di bacanya. Kehidupannya yang hampa kini terasa berwarna, kehangatan yang selalu ia dambakan juga ia dapatkan. Meski, dari sebuah buku yang di bacanya. Hingga, kehangatan yang nyata ia dapatkan. Namun, entah kenapa terasa asing di matanya. Dalam situasi yang sama pun Asha mengalami hal konyol dalam hidupnya. Tak di sangka ia di pertemukan kembali dengan cinta pertamanya, yang malah menariknya dalam jeratan percintaan di masa remajanya. ... "Apa gue akan gila?" "Gue ngalamin hal konyol ini.." tawa sumbangnya terdengar lantas ia acak rambutnya kasar. "Gimana bisa cerita kehidupan gue kayak di novel novel yang pernah gue baca? Itu hanya sebuah hayalan semata." "Ini bukan prank kehidupan kan Tuhan?" Matanya tak lepas dari bayangannya di kaca. Wajah tertekannya itu begitu kentara. "Fuck!!" "Ini nyata anjing!!" ... Ini hanya sepenggal cerita Ashalina Amara Jehan W, s gadis polos dengan otak liciknya. ... Note; cerita ini berkonflik ringan, yang gak suka bisa langsung di skip. No rumit-rumit club!!