Forbidden Love

Forbidden Love

  • WpView
    Reads 18,995
  • WpVote
    Votes 408
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 16, 2020
ketika aku mengalami titik terendah, dimana aku hidup sendirian, sebatang kara dan harus membiayai uang kuliah ku nanti, Tetapi semua berubah ketika aku bertemu dengannya, hidupku seperti roller coaster, naik turun, permasalahan bukannya berkurang malah makin bertambah dan dia telah meruntuhkan dinding tebal yang ku buat. Bagaimana bisa? Dia cuma manusia biasa, dia tidak spesial lagi pula mengapa dia sangat tertarik dengan ku? Aku kumal, tidak terlalu pintar, orang tidak punya, tapi dia kekeh untuk berkenalan denganku. Sejak saat itu orang-orang asing mulai memasuki kehidupanku, tanpa ku sadari aku membiarkan mereka mengisi hidupku yang hampa ini, aku membiarkan mereka tinggal dalam kehidupanku. sampai suatu saat hal yang tak pernah ku bayangkan akan terjadi, menimpaku dan itu membuatku harus pergi.
All Rights Reserved
#214
complex
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • [END] Blind Rainbow
  • Constellations From The Room
  • Let Me Love You Longer
  • BECAME ANTAGONIST
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Cahaya [COMPLETED]

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines