Vivre Forte (Hidup Yang Kuat)

Vivre Forte (Hidup Yang Kuat)

  • WpView
    GELESEN 43
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Apr. 22, 2017
WpInfo
Belletristik
Romantik
Bagaimana jika kamu menderita bipolar? Sama seperti yang dirasakan oleh remaja berumur 16 tahun ini, Nadin Ashilla Chandrawinata. Hari-harinya berubah setelah ia divonis menderita bipolar. Yang paling mengecewakan dalam hidupnya adalah dianggap gila oleh kedua orangtuanya. Ia, diberhentikan sekolah dan dimasukkan ke dalam kelompok pendukung bipolar. Pengobatan demi pengobatan ia jalani, berkumpul dengan kelompok pendukungnya terus dijalani meskipun dengan hati yang terpaksa. Dan satu-satunya yang di butuhkan oleh Nadin saat ini adalah dukungan. Akankah Nadin mendapatkan dukungan dari orang lain maupun dari kedua orangtuanya? akankah Nadin sembuh? atau justru sebaliknya?
Alle Rechte vorbehalten
#257
bangkit
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Alisa's Story
  • Suami Gangguan Jiwa (TERBIT)
  • Antara Cinta Dan Takdir Semesta
  • Gula - Gula
  • Peka Banget! 「END」
  • Retrouvailles
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • FRIENDZONE
  • Suck It and See (Complete)

'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya. " Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya " Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu "lo itu egois lis!" "gw gk egois.." "lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!" "hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.." Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya. "aku kangen banget. Jemput aku.. Nek" Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien