Story cover for _FoRgiVe Me LoVe_ by nieeela
_FoRgiVe Me LoVe_
  • WpView
    MGA BUMASA 1,209
  • WpVote
    Mga Boto 57
  • WpPart
    Mga Parte 11
  • WpView
    MGA BUMASA 1,209
  • WpVote
    Mga Boto 57
  • WpPart
    Mga Parte 11
Ongoing, Unang na-publish Apr 22, 2017
"kalian pikir gue buta ha? jelas-jelas gue ngelihat semuanya! Ira nyium lo kan Rif? dan lo juga meluk dia. Apa maksud semuanya, apa?" tanya Andhin dengan sedikit membentak, sedangkan air matanya sudah tumpah membasahi pipinya.

Arif dan Ira hanya terdiam sambil memegang pipi mereka masing-masing. Ya, mungkin itu belum seberapa dari kemarahan Andhin setelah mengetahui jika pacarnya selingkuh dengan temannya sendiri. Hanya sebuah tamparan saja, itu belum cukup.

Anak-anak lain yang melihat mereka hanya saling berbisik-bisik. Tak tahu apa yang mereka bisikin.

"Sayang maafin aku. Bila kita harus putus" ucap Arif sambil meraih tangannya Andhin. Dia tak bisa mengatakan apa alasannya dia harus mutusin Andhin. Namun Andhin melepaskannya mentah-mentah.

"Sayang? sesudah lo nyakitin gue, lo panggil gue sayang?? Puih..dasar sampah" umpat Andhin, lagi-lagi air matanya kembali tumpah.

Dalam hati Ira, ia tersenyum sinis
Karena sudah lama ia menantikan kejadian ini. Puas sudah..

*"By : Nieeela"*
All Rights Reserved
Sign up to add _FoRgiVe Me LoVe_ to your library and receive updates
o
#365idola
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) ni Ayu_Wandira1
31 parte Kumpleto
"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".
F A K E ? [End] ni zeevadeva__
58 parte Kumpleto
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) cover
ADYRA cover
Rieril cover
AURORA cover
Dinamika Ditengah Arus Waktu  cover
Diantara mereka cover
Be Yours cover
F A K E ? [End] cover
Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT) cover

Living with Brothers [TAMAT]✓

49 mga parte Kumpleto

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa