Cat Freak [Usui Takumi X Reader]

Cat Freak [Usui Takumi X Reader]

  • WpView
    LECTURAS 540
  • WpVote
    Votos 51
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida mar, may 16, 2017
One-shoot Ada banyak jenis orang di dunia ini. Bukankah tidak aneh jika memiliki sebuah freak? Atau mungkin seorang otaku? Di ruang osis ini kami bertemu untuk pertamakalinya, dan mungkin juga untuk terakhirkalinya nanti.
Todos los derechos reservados
#4
animelovers
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Come Back to Me (Completed)
  • Amoureux | Sannami
  • C • E • R • P • E • N
  • FRIFOR's Project - Oneshoot Story [Book 1]
  • A Valentine Day
  • Emotionless  [BNHA X OC] (Slow Up!)
  • "PELANGI" Kumpulan SasuSaku FF [OneShoot]
  • between love and edelweiss [CHIKZEE] {END}~
  • My Story With Them (OS)
  • Chitchat [Shotaro]✔

Siang itu cerah. Tak ada setitik awanpun disana. Pandangannya teralih, dan jatuh pada seorang pria yang baru datang dari parkiran. Tinggi, dan putih. Tipe idealnya. Tak lama, wajah kaku itu berhias senyum sinis. Matanya mengikuti kemanapun pria itu pergi. Sudah lama Zania memperhatikan pria di bawah sana. Namanya Vian mahasiswa jurusan musik. Awalnya dia pikir pria itu masuk dalam tipe idealnya. Tapi tidak! Pria itu tengil, menyebalkan dan sering menggunakan bahasa antah berantah yang Zania sendiri tak tau apa maksudnya. Satu lagi, pria itu tak punya otak. Kelakuannya yang sembrono dan tak pernah serius benar-benar membuat gadis itu ilfell. "Woy! Disini lagi? Jangan-jangan lo cucunya setan penunggu jembatan ini!" Suara seorang pria mengusik telinganya. Membuat gadis itu mau tak mau harus menengok. Vian. Seperti tebakannya. Tak ada orang lain yang lebih nggak jelas dari pria di hadapannya sekarang. Bukan spacenya untuk meladeni pria macam ini. Gadis itu berbalik, lalu beranjak pergi. "Woy! Gue ngomong sama lo kali! Bukan sama balkon" teriak pria itu menghentikan langkah Zania "Mending lo ngomong sama balkon aja. Mungkin dia lebih paham bahasa planet lo" ucap gadis itu tanpa menoleh. Hanya sebentar, lalu segera kembali berjalan. Vian hanya tersenyum masam. Terus memperhatikan punggung gadis itu yang mulai menghilang. * * * Tanpa di duga, sebuah hari tiba. Memutar balikkan persepsi gadis itu tentang seorang Vian. Gadis itu jatuh cinta terlalu dalam. Sampai saat masa lalunya kembali datang. Mengacaukan kisah cintanya yang sekarang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido