TINKERBELL

TINKERBELL

  • WpView
    LETTURE 868
  • WpVote
    Voti 43
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, dic 19, 2019
"Nama gue Abella Marissa Aryana." Lelaki itu mengerutkan kening seperti sedang memikirkan sesuatu seraya mengusap rahang. "Hm. Gimana kalau gue panggil Abel?" "Aduh, tolong ya, orang tua gue capek-capek mutar otak membuatkan gue nama yang bagus. Giliran udah dapat, orang lain malah memanggil gue Abel? Nama macam apa itu?" Abella menautkan kedua alisnya. "Selera nama lo rendah banget kayaknya, ya. Nama Abel itu bagus. Biasanya selalu digambarkan dengan sosok perempuan yang manis-imut-lugu begitu. Tapi yah, sayangnya itu bukan lo banget." "Kenapa harus Abel?" Lelaki itu menaikkan sebelah alis tanda bertanya. "Padahal kebanyakan orang memanggil gue Bella." "Abel itu nama lo." "Memang." Bella membenarkan. "Tapi, kenapa harus Abel?" Gadis itu bertanya ulang. "Simple, " ucap lelaki itu menatap tepat pada iris mata Bella. "Karena gue nggak mau seperti kebanyakan orang bagi lo." Jawab Faris mantap lalu meneruskan. "Cuma merekalah yang nggak seperti kebanyakan orang yang biasanya selalu dikenang. Dan gue mau gue selalu diingat dan dikenang dalam memori lo."
Tutti i diritti riservati
#331
jeonsomi
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Elvina [COMPLETED]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • My Good Girl
  • BarraKilla
  • Misi Kalisa (End)
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • RadenRatih
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • 𝐒𝐇𝐄'𝐒 𝐌𝐈𝐍𝐄 ||Lookism x Fem reader||

-Elvina Allya Cewek tomboy yang biasa dipanggil El sedang menghadapi kasus friendzone. Dia selalu mengorbankan apapun demi kedua sahabatnya yang saling suka. Meskipun itu membuatnya berkali-kali menangis seorang diri dikamar. - • - "Lo pikir kenapa selama ini, selama bertahun-tahun lo jadiin dia samsak-nya emosi lo, lo pikir kenapa dia bisa bertahan sampai sekarang?" lanjut Ezra. Mendengar itu, El langsung tersadar tentang apa yang akan disampaikan cowok itu. Ia segera mendekat ke sebelah cowok itu dan berencana mencegahnya. "Zra," lirih El sambil memegang lengan Ezra dan menggeleng kecil untuk menyuruhnya diam. Namun, Ezra tak menghiraukan itu dan tetap melanjutkan apa yang selama ini ia tahu tanpa mau bergerak sedikitpun meskipun sudah ditarik oleh El. "Maksud lo?" tanya Rafa dengan bingung. Ia juga ikut penasaran saat Ezra tiba-tiba membahas hal itu. "Heh brengsek! Dengerin gue baik-baik ya. Buka kuping lo lebar-lebar!" tegas Ezra. Rafa menjadi terdiam dan mendengarkan cowok itu. "Dia suka sama lo bego! Dia sayang banget sama lo! Bahkan udah cinta!" bentak Ezra. Rafa kaget mendengar ucapan Ezra yang sangat di luar dugaanya. "Denger gak lo?! El tuh suka sama lo dari dulu! Sebelum lo kenal sama Rere!" tambah Ezra semakin membuat El marah. Plakk!! El menampar pipi Ezra dengan keras. -Rank- #13 friendzone [02/6/24] #937 sekolah [02/6/24] #296 teenlit [02/6/24] #130 wattys [02/6/24] #509 sahabat [02/6/24] #560 lucu [02/6/24]

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti