Filosofi Dandelion

Filosofi Dandelion

  • WpView
    LECTURAS 602
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 3, 2017
Mommy..momy " panggil seorang anak kecil yang sangat tampan. Perempuan yang di panggil momy itupun menoleh ke anak laki-laki tersebut " apa sayang" ucap wanita iu sambil tersenyum dan mengelus rambut bocah laki-laki itu. " momy itu bunga apa ? tunjuk bocah laki-laki itu kearah taman yang di penuhi dengan bunga kapas yang berterbangan dengan indah. Perempuan tersebut tertekun mendengar pertanyaan dari bocah laki-laki tersebut. Entah lah ada begitu kerinduan yang iya rasakan setiap melihat bunga kapas itu. "Itu bunga dandelion sayang. Bunga yang sangat mirip dengan momy mu itu " belum sempat perempuan itu menjawab pertanyaan, sudah datang seorang laki-laki yang tidak kalah tampah dari bocah laki-laki tersebut. " Apaan sih kak, aku bukan bukan bunga dandelion itu lagi semenjak kejadian dulu" ucap wanita itu sambil menunduk sedih. Laki-laki itu pun tau betapa sedih istrinya sekarang mengingat masa lalu mereka. "sudah.. sudah jangan dingat lagi, muka mu jelek kalau cemberut gitu " goda laki-laki tampan itu dan menoleh kearah bocah laki-laki yang ada disebelahnya " Ayo jagoan ikut dady, kita main-main di tengah bunga itu. Biarkan momy disini. Pasti momy kangen dengan rumah pihon ini " ucap laki - laki tersebut sambil mengendong bocah laki-laki tampan itu untuk turun dari rumah pohon. "Hah... Aku merindukan segala tentang rumah pohon dan bunga dandelion itu " ucapnya sambil menangis dalam diam.
Todos los derechos reservados
#482
dandelion
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • syanin
  • LailA
  • dandelions
  • DANDELION (Sandiwara Seusai Pentas)
  • Anak Kembar sang Presdir [END]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)

Pagi begitu cerah dedaunan bergemuruh turun secara bersamaan! Semerbak yang begitu harum dan menawan matahari yang begitu terang menarangi seluruh alam semesta. Terlihat seorang gadis sedang berdiri tampak menghirup udara. "Hufffff! Sejuk sekali!? Awannya sangat cerah dan indah... " Ujar seorang gadis mungil nan cantik angun bak bidadari! Tapi secantik apapun dia dia tetap tidak diinginkan oleh sang orang tua! Kelahiran gadis itu membuat sang papa harus melawan orang tuanya sendiri nenek gadis tersebut dan harus kehilangan nyawa sang kakek semenjak gadis mungil tersebut dilahirkan. "Kalau kamu tidak menginginkan nya biar kan mama yang merawatnya sendiri! Seharusnya kalian bersyukur mempunyai gadis kecil ini! Dia tidak bersalah! Papa meninggal bukan dia penyebabnya tapi kalianlah... " Nenek emosi karna gadis kecil yang masih bayi di telentang begitu keras "Silahkan bawa saja dia dari sini! Aku tidak butuh anak pembawa sial ini bersama ku jika dia disini bisa menjadi malapetaka bagiku... " "Iya mama mau lihat semampu mana kamu sukses ketika menelantarkan anakmu! Demi wanita ini kamu rela membentak ibumu sendiri! Ketika kamu tidak tau arah jalan lagi jangan berharap kalian bisa bertemu kami lagi... " Sang mama (nenek) pergi dan membawa cucu bersama dengannya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido