Back to the Past or to the Future

Back to the Past or to the Future

  • WpView
    Reads 417
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 18, 2013
Siapa yang tidak mengenal keluarga Adhipramana dan Hanasta? 2 keluarga yang bekerja sama dalam peperangan. Tetapi peperangan itu hanya berhenti sampai keturunan 169 karena orang yang sudah ditunjuk melarikan diri dari tanggung jawab mereka. Mereka adalah Bana Adhipramana dan Patra Hanasta yang memilih untuk melarikan diri daripada menyelesaikan tugas. Karena melarikan diri mereka harus menyelesaikan tugas yang belum mereka selesaikan dan tanpa disangka cucu mereka harus ikut dalam peperangan itu. Mereka yang kembali menjadi muda dan cucu mereka yang menjadi dewasa. Apa yang terjadi? Apa mereka balik ke masa lalu? Atau ke masa depan? Tetapi jika ke masa lalu kenapa hanya Bana dan Patra yang seperti masa lalu? Tetapi jika masa depan kenapa hanya cucu mereka yang menjadi dewasa? Jawabannya hanya satu mereka harus menyelesaikan tugas mereka disini dan mereka harus mencari jawabannya.
All Rights Reserved
#12
masa-lalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Consept's of Guard Dog [LEVIHAN'S SONS SECRET THEORY]
  • Duo Duda [END]
  • Adrian & Ayla
  • Raniah Hanum Suparman 2 {Story 8}
  • RAGARA [ on going ]
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • Keluarga Birawa [Sudah Terbit]

Pernahkah mendengar sebuah kalimat yang seolah-olah menyimpan rahasia besar tentang hidup? Kalimat itu berbunyi, "Sejarah akan kembali terulang pada cerita-cerita atau kejadian-kejadian di dunia nyata." Awalnya, kalimat itu terdengar seperti sebuah gurauan, sebuah teori yang dipenuhi keraguan. Namun, seiring berjalannya waktu, kita mulai menyadari bahwa itu bukan sekadar kata-kata kosong. Sejarah, seperti arus sungai yang tak pernah berhenti mengalir, ternyata punya cara untuk kembali menyapa, dalam bentuk yang mungkin tak terduga. Hange menjadi narator utama, berperan sebagai penggerak takdir. Dalam perjalanannya, Hange tahu bahwa darah klan Ackerman-sebuah garis keturunan yang tak boleh punah-harus terus mengalir. Sejarah gemilang klan itu, penuh dengan keberanian dan pengorbanan, harus dilanjutkan. Tak ada jalan mundur. Sehebat apa pun mereka, seberapa besar loyalitas yang telah mereka tunjukkan, semuanya tidak boleh disia-siakan. Klan Ackerman harus tetap ada di dunia ini, apapun yang terjadi. Dengan kecerdasan luar biasa, Hange memadukan ilmu matematika, biologi dan filsafat untuk menciptakan penemuan luar biasa-sebuah karya yang menjadi harta karun terbesar. Penemuan ini harus disembunyikan, disimpan rapat dari rekan-rekan di Survey Corps, sebagai kunci mempertahankan keberadaaan klan Ackerman. Biarkan takdir dan waktu sebagai penentu. Mereka, dengan langkah penuh keraguan dan harapan, akan menemukan nasib mereka sendiri. Bagaimana mereka akan membangkitkan ikatan angkor dengan sosok yang paling berarti dalam hidup mereka, dan bagaimana kisah ini akan membimbing mereka kembali kepada hakikat sejati-sebagai penjaga setia sang raja. Ini bukan kisah romansa antara Levi dan Hange, bukan sekadar cerita cinta yang penuh harapan. Ini adalah kisah anak-anak Ackerman, yang berjuang keras untuk menemukan nasib dan jalan hidup mereka sendiri. Naskah ini ditulis sebagai penghormatan kepada Hange, kenangan mendalam, dan penyesalan penggemar atas kesendirian Levi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines