Try To Forget

Try To Forget

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 30, 2018
Awalnya ia merasa maklum dengan semua perlakuan itu. Namun, ketika mulai banyak gosip tentang dirinya, seketika pemahaman itu menghilang begitu saja. Ia kini bukan lagi siswa teladan. Tak lagi dielu-elukan. Ia tak diinginkan. Ah, apalagi ketika mereka ternyata... Ah, kenyataan pahit itu datang begitu saja, membubarkan kebahagiaan yang hanya menginap sebentar di hatinya. Mungkin satu-satunya jalan hanyalah pergi dari dunia ini. Seharusnya ia tak datang ke sini sejak awal. Ia pergi. Pergi meninggalkan kenangan kelam. semuanya. semua kenangan itu, hanya ia anggap mimpi belaka. Mimpi buruk. dan kini, ia telah terbangun dan melihat ssemua baik-baik saja. Namun, benarkah itu jalan terbaik?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Ilusi
  • SalFlo
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • The First, Not the Last
  • A RECCURING PAST
  • My Friend and My Bestfriend
  • Jejak Waktu [Complete]
  • No Longer Mate
  • BREATHE

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines